Gubernur Koster: Pembangunan Bali Seimbangkan Seluruh Sektor

Gubernur Bali Wayan Koster saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Perubahan RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali tahun 2018-2023 secara virtual di Jayasabha, Denpasar, Senin (19/7/2021). (ist)

DENPASAR | patroliost.com – Gubernur Bali Wayan Koster menekankan arah pembangunan dalam perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Semesta Berencana Provinsi Bali tahun 2018-2023 fokus pada pembangunan perekonomian Bali.

“Kita berkaca saat ini, dimana Covid-19 menghantam kita semua, sektor pariwisata Bali juga sangat terpukul dan mengakibatkan perekonomian Bali mengalami kontraksi,” kata Wayan Koster, saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Penyusunan Perubahan RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali tahun 2018-2023 secara virtual di Jayasabha, Denpasar, Senin (19/7/2021).

Bacaan Lainnya

Gubernur Koster juga akan berupaya penuh mengarahkan pembangunan perekonomian Bali ke depan tidak cukup hanya bertumpu pada satu sektor saja.

“Kita harus menyeimbangkan semua sektor, yaitu pariwisata, perikanan, pertanian dan Industri untuk menopang perekonomian Bali,” tegasnya.

Gubernur mengajak semua bupati/walikota serta seluruh stakeholder bekerjasama mengelola Bali secara linear dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi hingga Pemerintah Kabupaten/Kota. Menurutnya, hal itu sangat penting agar pembangunan di Bali bisa lebih efektif, efisien dan tepat sasaran, serta menghindari pemborosan anggaran di masing-masing pemerintah daerah.

“Kita tinggalkan sesuatu yang normatif, saatnya kita satukan komitmen bersama mewujudkan pembangunan Bali yang benar-benar bisa dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat menuju Bali Era Baru,” jelas Koster.

Gubernur Koster juga telah menyetujui perubahan administratif dokumen RPJMD Semesta Berencana Provinsi Bali Tahun 2018-2023.  Perubahan tersebut adalah perubahan kebijakan nasional maupun daerah serta dinamika perkembangan dan pembangunan daerah, termasuk adanya dampak pandemi Civid-19 yang sangat meluas bagi pembangunan dan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bappeda Pemprov Bali, I Wayan Wiasthana Ika Putra mengatakan, Musrenbang ini merupakan wahana parsitipatif dalam merencanakan kebijakan arah pembangunan Bali. Ia mengatakan di tahun ketiga RPJMD 2018-2023 telah mengalami berbagai dinamika baik dari pusat maupun daerah serta adanya pandemi Covid-19, sehingga harus melaksanakan refocusing anggaran.

“Semua dinamika tersebut mengharuskan kita untuk menyesuaikan lagi RPJMD yang telah kita susun sebelumnya,” imbuhnya.

Sesuai arahan Gubernur, beberapa program kebijakan yang menyangkut pembangunan berbasis ikonik Bali akan tetap dipertahankan. (pp03)

Pos terkait