Gubernur Bali I Wayan Koster Kecewa: Pengerjaan Pelabuhan Sampalan yang Dilakukan Rekanan Tidak Berkualitas

gubernur wayan 11111
Gubernur Bali I Wayan Koster saat meninjau hasil pengerjaan Pelabuhan Sampalan. (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Rampungnya pengerjaan akhir Pelabuhan Sampalan Nusa Penida yang dianggap sudah selesai, dilanjutkan dengan upacara melaspas, Jumat (1/4/2022). Acara melaspas dengan katagori Rsi Gana ini dihadiri Gubernur Bali Wayan Koster, Kapolda Bali, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat, Wilayah XII Bali-NTB, Bupati Klungkung, pihak rekanan dan pejabat terkait lainnya.

Namun usai melaspas dilakukan peninjauan pengerjaan akhir bangunan pelabuhan. Setelah melihat langsung hasil akhir pengerjaan pelabuhan ini, Gubernur Koster nampak kecewa, karena hasil akhirnya dinilainya kurang bagus, tidak berkualitas kinerja rekanan ini, seraya minta rekanan yang mengerjakan tunjuk tangan.

Tampak sekali kekesalan Gubernur Bali Wayan Koster. Dia tak dapat menyembunyikan kekecewaannya itu, karena terlihat jelas hasil akhir pengerjaannya kurang rapi malah di sana sini seperti bata asab nampaknya tidak dilakukan seperti yang diharuskan. Dia bahkan mengecek dengan detail setiap sudut hasil akhir pengerjaan proyek APBN senilai hampir Rp 90 miliar itu, mulai dari lantai satu, lantai dua sampai lantai tiga.

Gubernur Koster mengaku sudah menyimpan kekecewaannya sejak tahap pembangunan struktur. Sejak saat itu, dia mengaku sudah bisa menebak kalau hasilnya akan mengecewakan dan kurang bagus dan akhirnya terbukti.

“Belum pernah ada pembangunan tiga pelabuhan sebesar itu di Bali. Sampalan pertama selesai, tetapi hasilnya kurang rapi, kurang berkualitas. Sudah terlihat saat pembangunan struktur. Beda sekali dengan Pelabuhan Bias Munjul (Nusa Ceningan). Bagus, kokoh. Dari sisi hasil pekerjaan, saya kurang puas dengan Pelabuhan Sampalan ini. Tapi apa boleh buat, ini sudah selesai sesuai kontrak resmi,” kata Gubernur Koster walaupun masih ada masa pemeliharaan yang dilalui untuk memperbaikinya.

Gubernur Koster bahkan, sempat melampiaskan kekecewaannya itu langsung kepada pihak rekanan, setelah berkeliling melihat hasil akhir pembangunan Pelabuhan Sampalan. Dia meminta agar masa pemeliharaan, pascaselesainya pengerjaan agar dimaksimalkan untuk memperbaiki finishingnya, sehingga lebih bagus lagi. Bahkan, Gubernur Koster sempat menuntut komitmen pihak rekanan agar hasilnya finishingnya lebih memuaskan. Jika tidak, Gubernur Koster mengeluarkan ancaman, akan mem-black list pihak rekanan ini.

“Finishing itu kan harus bagus. Harus komitmen, jika tidak nanti bisa blacklist,” sorot Gubernur Koster di hadapan pihak rekanan dari PT Mahakarya.

Komisaris PT Mahakarya, Iwan, saat ditanya perihal ketidakpuasan Gubernur Koster terhadap hasil akhir pembangunan Pelabuhan Sampalan, memberikan sejumlah alasan. Pertama, Iwan mengatakan bahwa desain Pelabuhan Sampalan sebenarnya berubah total dari desain awal. Desain yang baru ini ukurannya lebih besar. Perubahan desain itu, berdampak pada anggaran yang ada. Perubahan desain itu, tentu membuatnya tidak bisa memenuhi 100 persen keinginan Gubernur Koster.

Terkait temuan Gubernur Koster terhadap sejumlah item hasil finishing yang dinilai masih belum bagus, dirinya menegaskan siap untuk memperbaikinya.

“Walaupun sudah diupacarai dengan dikemukakan adanya hasil finishing yang masih perlu diperbaiki, kita akan lakukan. Toh setelah pembangunan selesai, masih ada masa pemeliharaan yang masih menjadi tanggung jawab pihaknya selaku rekanan,” kilahnya. (855)

Pos terkait