Festival Batu Cermin Ajang Promosikan Produk UMKM yang Tidak Terakomodir di Venue KTT Asean

goa batu cermin1
Seorang pelaku UMKM melayani rombongan Kabaharkam Polri Komjen Pol Muhammad Fadil dalam Festival Gua Batu Cermin di Labuan Bajo. (ist)

LABUAN BAJO | patrolipost.com – Pelaku UMKM yang mengambil bagian pada gelaran Festival Goa Batu Cermin mengaku merasa bersyukur setelah dilibatkan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Perumda Bidadari dalam kegiatan yang menjadi side event dari pelaksanaan KTT Asean Summit ke – 42 di Labuan Bajo.

“Kegiatan ini lebih banyak (pengunjung) ketimbang sebelum – sebelumnya, karena di KTT ini mungkin banyak orang dari berbagai daerah masuk ke Manggarai Barat dampaknya sangat baik dan sangat bagus bagi kami UMKM yang ada di Manggarai Barat ini khususnya di Labuan Bajo,” sebut Rafika, pelaku usaha tenun khas Manggarai saat dijumpai di sela sela kegiatan Deklarasi Dukungan KTT Asean oleh masyarakat Manggarai Barat yang berlangsung Destinasi Wisata Goa Batu Cermin (GBC), Jumat (5/5/2023).

Bacaan Lainnya

Rafika menyampaikan penyelengaraan Festival Goa Batu Cermin ini dihadirkan dalam momentum yang sangat tepat yakni menyambut  pelaksanaan rapat para kepala negara dan delegasi negara anggota Asia Tenggara.

Proses persiapan pelaksanaan KTT Asean yang dilakukan oleh sejumlah kementerian dan lembaga terkait mampu menghadirkan ribuan pengunjung di Labuan Bajo dalam beberapa Minggu terakhir. Imbasnya, ternyata berdampak pada meningkatnya daya beli produk produk UMKM Lokal.

“Rata rata perhari jujur ya, Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. Kalau sebelumnya tidak sampai segitu, kisaran Rp 1,5 juta” ucapnya.

Pelaku UMKM lainnya, Moni Ambang menyampaikan hal serupa. Bergerak di bidang tenunan, produk produk tenun khas NTT yang habis terjual. Para pembeli merupakan tamu tamu kementerian, lembaga maupun instansi terkait yang sedang berada di Labuan Bajo dalam menyukseskan gelaran KTT Asean.

“Ini mulai ada tamu, ini sangat luar biasa sangat membantu masyarakat ekonomi lemah. Baru kali ini ada tamu produk kita laku semua,” ungkapnya.

“Saya juga tidak sangka – sangka Pak Kabaharkam langsung mampir ke stand saya dan dia borong barang barangnya,” tuturnya.

Moni menyebutkan, harga untuk satu unit tas slempang adalah 150 ribu rupiah dan harga 1 unit topi Manggarai juga dijual dengan harga 150 ribu rupiah.

Sementara itu, Ade Irma, pemilik UMKM Kopi Dite menyebutkan produk kopi miliknya tidak kalah bersaing dengan produk UMKM lainnya yang turut dihadirkan dalam festival ini. Hingga hari ke 2 sejak mulai digelar pada tanggal 4 Mei 2023, produk kopi miliknya banyak laku terjual.

“Pameran ini dari tanggal 4-14 saja kita berharap membawa rezeki yang banyak bagi pelaku UMKM ya, khususnya kalau kami sendiri dari kemarin sudah laku banyak. Semoga hari ini sampai tanggal 14 itu semua produk kami laku terjual,” tuturnya.

Ia menyebut  keuntungan yang didapat dengan berjualan kopi dalam festival ini mencapai Rp 500 ribu per hari. Dimana harga untuk segelas kopi seduh miliknya dijual seharga 10.000 rupiah per gelas.

“Kami menjual kopi seduh dan kopi kemasan. Sepagi ini saja alhamdullilah sudah banyak rezeki yang kami dapatkan. Satu hari itu biasanya dari pagi sampai malam itu bisa sampai Rp 500 ribu atau lebih” ungkapnya.

Ade berharap kegiatan kegiatan serupa akan terus dilakukan oleh pemerintah Kabupaten Manggarai Barat dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi pelaku UMKM Lokal.

“Harapannya semoga setelah Asean Summit ini ada lagi event – event besar seperti ini yang diadakan di Labuan Bajo. Jadi kami para pelaku UMKM juga dilibatkan sama seperti kegiatan ini,” pintanya.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi menyebutkan penyelengaraan festival Goa Batu Cermin dilakukan sebagai upaya mengakomodir para pelaku UMKM lokal agar mampu mengambil bagian dalam pelaksanaan KTT Asean ke 42.

Side event Festival Gua Batu Cermin, menurutnya hadir untuk mengakomodir pelaku usaha UMKM yang belum mendapatkan kesempatan dipilih panitia nasional untuk tampil pada sejumlah venue KTT Asean.

“Disampingi acara puncak tentu ada beberapa kegiatan side event yang dilakukan diantaranya di Gua Batu Cermin. Kenapa kita lakukan di tempat ini ini untuk mengakomodir supaya para pelaku UMKM produk produk mereka bisa diperkenalkan bisa dijual di gua batu cermin.”

Bupati Edistasius mengungkapkan pelaksanaan Festival GBC ini mampu menarik animo tamu tamu yang datang untuk menghadiri KTT Asean.  Tingginya jumlah transaksi pembelian pada sejumlah stand UMKM lokal menjadi bukti bahwa produk produk UMKM lokal berkualitas dan memiliki nilai jual yang tinggi.

“Produk produk pelaku UMKM yang sebelumnya sehari laku cuma 1-2 lembar, tetapi menjelang side even menjelang KTT ini luar biasa, kelipatannya, ada yang menjadi 10, 15 dan ada yang 20. Itu artinya dampak dari penyelengaraan side event menjelang KTT ini sungguh luar biasa karena tidak semua pelaku UMKM punya tempat di venue – venue yang sudah ditunjuk pemerintah pusat tempat diselenggarakannya Asean,” terangnya.

“Saya kira ini salah satu tempat yang mengakomodir sehinggah banyak orang yang bisa tertampung di tempat ini, khususnya teman teman pelaku UMKM,” tutupnya. (334)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.