Dr Ahmad Basarah Ajak Pers Gelorakan Semangat Gotong Royong Perangi Covid-19

Webinar Nasional dengan tajuk “Peran Pers Menggelorakan Empat Pilar Kebangsaan di Masa Pandemi Covid-19”, Jumat (27/8/2021), bertempat di Gedung PWI, Komplek Niti Praja Lumintang, Denpasar.

 

Bacaan Lainnya

 

DENPASAR | patrolipost.com – Hadir virtual selaku keynote speech di acara Webinar Nasional dengan tajuk “Peran Pers Menggelorakan Empat Pilar Kebangsaan di Masa Pandemi Covid-19”, Jumat (27/8/2021), bertempat di Gedung PWI, Komplek Niti Praja Lumintang, Denpasar, Wakil Ketua MPR RI, Dr. Ahmad Basarah, M.H., mengajak media dan insan pers turut membantu upaya pemerintah dalam memerangi Covid-19 yang masih akan menjadi ancaman serius dalam beberapa tahun mendatang.

Diuraikan Basarah, data pertanggal 23 Agustus 2021 diketahui kasus terkonfirmasi di seluruh dunia sudah mencapai 202 juta orang. Angka kematian sudah mencapai 4,4 juta orang. Peringkat Indonesia di mata dunia awalnya urutan 13. Namun ketika varian Delta melanda Indonesia, korban berjatuhan dan peringkat Indonesia naik pesat mendekati peringkat satu. Kasus kematian meningkat hingga 1000 kasus perhari di bulan Juni hingga Juli 2021. Menurutnya, peran pers dalam menggelorakan empat pilar kebangsaan di masa pandemi Covid-19 ini sangat penting.

“Pers harus menjadi garda terdepan dalam mengembalikan bangsa ini ke semangat awal yakni persatuan dan kesatuan dan gotong-royong dalam memerangi pandemi Covid-19. Perlu harus mendukung kebijakan Presiden Jokowi, yang setiap hari berperang melawan pandemi Covid-19,” imbaunya.

Lantas ia menyebutkan, 1.636 lebih tenaga kesehatan telah jadi korban Covid-19. Kemudian, data tim Gugus Covid-19 mencatat, jumlah anak yang positif hingga 13 Juli 2021 sebanyak 328 ribu anak berusia 0-18 tahun. Selain itu, data Press Emblem Campaign (PEC) mencatat sampai Mei 2021, Covid-19 telah merenggut nyawa 1.208 wartawan.

Basarah menganalogikan virus Sars-Cov-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19 sebagai tentara siluman yang tidak kasat mata dan tidak pernah memandang siapa musuhnya dan semua bisa jadi korban keganasannya.

“Dalam perang konvensional mengenal konvensi hukum perang. Aturannya tidak boleh membunuh warga sipil, tenaga medis, anak-anak dan jurnalis. Tapi semua yang tidak boleh dilanggar itu tidak berlaku bagi tentara siluman Covid-19, semua bisa jadi korban virus ini,” tukasnya.

Ia meminta, media harus mengedepankan kepentingan keselamatan bangsa dari serangan pandemi Covid-19 dengan memberikan informasi tentang pelaksanaan Protokol Kesehatan (Prokes), tidak berkerumun dan sebagainya. Kebebasan berekspresi memang dijamin UU tetapi kebebasan itu dibatasi dengan keselamatan orang lain.

Salah satu cara yang bisa dilakukan media menurutnya dengan cara mengedukasi, menginformasikan yang terbaik dalam perjuangan pemerintah melawan Covid-19. Berdasarkan pengalaman selama ini, ada juga tokoh politik, Ormas tertentu, pengamat, dan sebagainya yang menolak PPKM, menolak program vaksinasi dan sebagainya. Disinilah peran pers untuk mengembalikan dan mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi dan golongan.

Acara yang digagas Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bali, menghadirkan 3 narasumber lainnya seperti, I Gusti Agung Rai Wirajaya, S.E., M.M. (Anggota Komisi XI DPR RI), Dr. Nyoman Subanda (Pengamat Politik Undiknas Denpasar), I GMB Dwikora Putra (Ketua PWI Bali) dan dipandu oleh Moderator, Budiharjo (Sekretaris Dewan Kehormatan PWI Bali).

Sementara, Anggota Komisi XI DPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, S.E., M.M., mengatakan sosialisasi empat pilar Kebangsaan merupakan sesuatu yang sangat esensial dalam rangka memperkokoh semangat persatuan dan kesatuan bangsa. Generasi muda merupakan elemen penting di dalam menumbuh suburkan semangat mematuhi protokol kesehatan di masa pandemi Covid-19.

“Acara ini bertujuan agar masyarakat terkhusus generasi muda lebih memahami nilai-nilai jati diri bangsa yang terangkum dalam Empat Pilar MPR RI,” jelas politisi senior yang akrab disapa ARW.

Lebih jauh tokoh asal Peguyangan Denpasar ini menerangkan, MPR RI sangat menaruh harapan yang besar terhadap para peserta agar memahami secara utuh nilai-nilai Empat Pilar yang disosialisaikan, sehingga akan terwujud masyarakat yang sadar konstitusi.

Baginya, memahami Pancasila tidak hanya sekedar sila-silanya saja, tapi juga sejarahnya yang diamanahkan oleh pendiri bangsa terdahulu. Generasi muda merupakan salah satu kunci penggerak informasi, sehingga dalam penyampaian empat pilar kebangsaan harus mampu dibangun secara struktural untuk membangun sikap dan mental generasi muda.

“Kita juga harus membangun pilar ekonomi bangsa ditengah pandemi Covid-19 dengan tetap mengikuti protokol kesehatan,” katanya mewanti-wanti.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua PWI Bali, I GMB Dwikora Putra menyambut baik sosialisasi empat pilar MPR-RI dan bisa diterapkan di masyarakat. Terlebih, dalam situasi pandemi Covid-19 ini, perkembangan informasi berbasis digital semakin dibutuhkan.

Menurut Dwikora, masyarakat membutuhkan informasi yang kredibel dan terpercaya untuk mengetahui fenomena Covid-19 dan berbagai dampaknya. Dengan demikian, masyarakat semakin memahami cara melindungi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar secara tepat.

“Dalam hal ini, pers sebagai salah satu sumber pembuatan dan penyebaran informasi, berperan sangat penting sebagai sumber informasi bagi masyarakat di masa pandemi Covid-19,” tutupnya. (wie)

 

 

 

 

Pos terkait