DPRD Setujui KUA-PPAS, PAD Bangli Ditarget Naik

Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta (kiri) bersama Ketua DPRD Bangli, I Ketut Suastika saat sidang paripurna DPRD Bangli. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Sidang paripurna DPRD Bangli  menyetujui Nota Kesepakatan Pengantar Kebijakan Umum Anggara (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun anggaran 2022, Rabu (8/9/2021) .

Dalam penyusunan KUA dan PPAS itu, DPRD menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2022 naik. Sidang  yang  berlangsung di ruang rapat Krisna kantor Bupati Bangli dipimpin  Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika dan dihadiri Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta.

Bacaan Lainnya

Ketua DPRD Bangli Ketut Suastika mengatakan, DPRD Bangli sudah menyepakati dan menandatangani KUA-PPAS ini. Tentu nantinya akan dilanjutkan pembahasan dan juga menunggu RAPBD.

“Hari ini kami sudah paripurna penandatanganan nota kesepakatan  KUA-PPAS  induk tahun 2022,” ujarnya.

Kata politisi PDIP ini dalam  APBD 2022, PAD dirancang naik. Kenaikan PAD dibarengi dengan peningkatan sistem penyetoran PAD. “Nantinya semua pakai sistem, dengan begitu bisa meminimalisir kebocoran PAD,” tegasnya.

Lanjut politisi asal Desa Peninjoan ini, pada APBD tahun 2021 untuk PAD dipasang Rp 119 miliar, sementara APBD tahun 2020 naik menjadi Rp 127 miliar.

“Tetap untuk  APBD 2022  yang menjadi skala prioritas adalah penanganan Covid-19  dan peningkatan infrastruktur,” imbuhnya.

Sementara Kepala Bidang Anggaran pada Badan Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BKPAD) Bangli, I Nengah Astawa mengatakan,  kenaikan PAD bersumber dari retribusi pasar hingga pariwisata. Pada 2022 nanti, diyakini pariwisata mulai pulih.

“Untuk  pendapatan daerah Rp 1,3 triliun. Pendapatan dari berbagai sumber dan nilai dipasang sama seperti tahun 2021,” ujarnya. (750)

Pos terkait