Densus 88 Tangkap 18 Terduga Teroris Terkait Bom Medan

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo saat memberikan keterangan pers tentang penangkapan teroris di Medan.

MEDAN | patrolipost.com – Pasca serangan bom bunuh diri di Mapoltabes Medan, Rabu (13/11) lalu, Tim Densus 88 Mabes Polri menyisir jaringan teroris di wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Hasilnya 18 terduga teroris berhasil diringkus, 2 ditembak mati karena melakukan perlawanan saat ditangkap.

“Sampai hari ini total yang kita amankan ada 18 orang. Di antaranya ada diringkus di Aceh 3 orang, Hamparan Perak 3 orang, Jermal 2 dan di sejumlah titik lainnya,” kata Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto, Sabtu (16/11) malam.

Bacaan Lainnya

Ia mengatakan pada malam ini belasan tersangka tersebut sedang menjalani pemeriksaan di Mako Brimob, Medan. Beberapa dari terduga teroris yang ditangkap Tim Densus itu diduga sebagai perakit bom.

Sebelumnya, Agus mengatakan, tiga terduga teroris yang diamankan di Jalan Desa Kota Datar, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, Sumut, Sabtu pagi diduga bagian dari jaringan peledakan bom Mapolrestabes Medan. Semula Mabes Polri menyatakan bom Mapolrestabes Medan yang dilakukan pria berinisial RMN diduga aksi tanpa jaringan alias lone wolf.

“Ketiga pelaku yang diamankan di Hamparan Perak merupakan jaringan kasus peledakan bom bunuh diri di Polrestabes Medan,” kata Agus.

“Tersangka diperiksa di Mako Brimob dan penahanannya dilakukan di Mapolda Sumut. Ini juga satu rangkaian dengan yang ditangkap di Aceh,” sambungnya.

Agus mengatakan tiga tersangka tersebut–A, K, dan P– merupakan rekan dari RMN. Mereka, sambungnya, diduga ikut merakit bom yang digunakan RMN meledakkan diri di Mapolrestabes Medan.

Bahkan saat diringkus, tiga terduga teroris itu membawa senjata api rakitan kaliber 22 mm dan senjata tajam. Senjata tajam itulah yang digunakan  untuk menikam salah satu Tim Densus 88 saat operasi penangkapan.

“Ketiganya berupaya kabur dan menusuk anggota kita. Dua terduga terpaksa ditembak mati. Sementara satunya sempat kabur, tapi sudah diamankan petugas,” papar Agus.

Akhirnya, petugas pun melakukan tindakan terukur dengan menembak di bagian dada dan kaki. Jenazah dua terduga teroris itu lalu dievakuasi ke RS Bhayangkara Medan.

“Sedangkan satu tersangka berhasil diamankan dan kini dalam proses pemeriksaan,” ungkap Agus.

Dalam rangkaian operasi penangkapan itu, tim gabungan Densus 88 Mabes Polri dan Polda Sumut juga melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi. Dari penggeledahan, tim Densus 88 berhasil mengamankan rangkaian bom yang dibuang di Sicanang, Belawan dan bahan-bahan peledak.

“Ada barang-barang yang kita amankan di antaranya senjata api, senjata tajam, rangkaian bom, bahan-bahan yang sudah siap diracik yang diamankan di salah satu lokasi,” jelasnya.

Agus pun menyatakan Tim Densus 88 Polri dan Polda Sumut sendiri masih terus melakukan pengejaran terhadap para terduga teroris lainnya.

Sebelumnya, Rabu (13/11/2019) pagi pukul 08.45 WIB lalu, terjadi ledakan di Mapolrestabes Medan. Seorang laki-laki terekam video pengawas (CCTV) menggunakan jaket pengemudi ojek daring, terlihat di halaman Mapolrestabes Medan. Ia mendekati para petugas polisi yang baru saja apel di Mapolrestabes Medan.

Tidak lama kemudian, terjadi ledakan bom bunuh diri. Pelaku bom bunuh diri itu kemudian diketahui identitasnya sebagai RMN (24), meninggal di TKP. Peristiwa itu juga menyebabkan 6 korban terluka, 4 polisi, 1 pegawai harian lepas (PHL) di Mapoltabes dan 1 warga sipil yang sedang mengurus SKCK. (*/807)

Pos terkait