Debit Air Pebini Mengecil, 2.800 Pelanggan Mendapat Air secara Bergiliran

Petugas melakukan pengukuran debit air di sumber mata air Pebini, Desa Catur, Kintamani.

BANGLI | patrolipost.com – Pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bangli khususnya di wilayah Kecamatan Kintamani harus bergilir mendapat pasokan air. Hal ini imbas mengecilnya debit air di sumber mata air Pebini, Desa Catur, Kecamatan Kintamani, Bangli. Ada 2.800 pelanggan yang terkena dampak.

Direktur PDAM Bangli, I Dewa Gede Retno Suparso Mesi menjelaskan, telah terjadi gangguan pelayanan pasca penurunan debit air di sumber mata air Pebini yang berlokasi di Desa Catur. Yang mana sebelumnya debit air 102,69 liter/detik kini menjadi 28,63 liter perdetik.

Bacaan Lainnya

“Terjadi gangguan layanan di unit Kintamani. pendistribusian air pada pelanggan menjadi tidak maksimal,” jelasnya, Rabu (11/11/2020).

Menurut Direktur yang akrab disapa Dewa Rono ini, mengecilnya debit air diketahui sekitar seminggu lalu. Kemudian dilakukan pengukuran debit pada Rabu (11/11/2020). “Karena faktor alam dan mengecilnya debit tidak dapat diprediksi,” ungkapnya.

Disinggung langkah PDAM Bangli mengatasi kondisi saat ini, kata Dewa Rono jika PDAM Bangli langkah melakukan pendistribusian secara bergilir. “Penanganan yang dapat kami lakukan dengan mendistribusikan air secara bergilir,” terangnya.

Seperti diketahui untuk di Kintamani ada dua unit, yakni unit Kintamani utara dan unit Kintamani Selatan. Selanjutnya untuk layanan Unit Kintamani Utara di hari pertama dan hari berikutnya layanan unit Kintamani Selatan. Sementara itu jam layanan mulai pukul 07.00 Wita hingga 13.00 Wita.

“Kami siasati pengaturan layanan agar pelanggan tetap mendapat air,” ujarnya. (750)

Pos terkait