Debat Caketum HIPMI di Labuan Bajo Bahas Minimnya Pengusaha Lokal Berkualitas di Bidang Pariwisata

hipmi ntt1
Ketiga calon ketua umum BPP HIPMI periode 2022-2025 yakni (kiri-kanan) Akbar Himawan Buchari, Bagas Adhadirgha dan Anggawira. (afri)

LABUAN BAJO | patrolipost.com – Putaran Kedua Debat Terbuka para Kandidat Calon Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) masa bakti 2022 – 2025 dilaksanakan di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, Jumat (4/11/2022) malam.

Gelaran debat yang dihadiri oleh 400 pengusaha yang berasal dari setiap pengurus maupun anggota Badan Pengurus Daerah se- Indonesia ini berlangsung meriah. Debat terbuka ini turut dihadiri pendiri HIPMI Abdul Latief, Mantan Ketua Umum HIPMI periode 2011-2014 Raja Sapta Oktohari dan Wakil Gubernur NTT Yosef Nae Soi.

Bacaan Lainnya

Calon Ketua Umum Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bagas Adhadirgha optimis menuju Indonesia Emas di tahun 2040, HIPMI mampu menghasilkan 1 juta pengusaha di masa mendatang. Kehadiran pengusaha pengusaha muda ini diyakini menjadi solusi dalam menghadapi persaingan global yang akan semakin kompetitif di masa mendatang.

Caketum nomor urut 2 ini menyebutkan 64 persen jumlah penduduk Indonesia di tahun 2030 akan didominasi oleh usia – usia produktif, tentunya dibutuhkan penyiapan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan berjiwa entrepreneurship.

Saat ini, kata dia, Indonesia hanya memiliki 3,4 persen jumlah pengusaha, masih tertinggal jauh dari negara negara maju yang telah memiliki jumlah pengusaha lebih dari 10 persen dari total jumlah penduduk.

Untuk bisa sejajar dengan negara negara berkembang, pertumbuhan jumlah pengusaha di Indonesia jelasnya haruslah mencapai angka ideal di atas 10 persen sehingga Indonesia mampu terhindar dari salah satu penyebab terjadinya Bencana Demografi, yakni tingginya angka pengangguran.

“Di tahun 2030, jumlah penduduk Indonesia ini 64 persen adalah usia produktif. Yang terjadi kalau jumlah pengusahanya sedikit akan menimbulkan bencana demografi. Gampang aja karena pengusahanya nggak banyak, otomatis lapangan kerjanya berkurang, jadi kalau kita bisa lebih dari sepuluh persen pengusaha Indonesia ini akan bikin Indonesia negara maju di tahun 2045,” ujar Bagas.

Melalui visi dan misinya yang disampaikan dalam Debat Terbuka Putaran kedua Pemilihan Caketum BPP HIPMI masa bakti 2022-2025 di Labuan Bajo, Jumat (04/11), Bagas memusatkan perhatiannya kepada sejumlah langkah konkret dengan mendorong lahirnya pengusaha pengusaha muda yang berdaya saing yang kemudian akan menjadi motor penggerak HIPMI dalam mewujudkan Konektivitas Pembangunan dan Pengembangan Pariwisata Indonesia.

Bagas menyampaikan untuk menekan tingginya angka pengangguran, kementerian Investasi telah  melahirkan sebuah program dimana setiap investasi yang masuk ke suatu daerah haruslah melibatkan minimal 15 persen pengusaha lokal, termasuk para pelaku UMKM.

Namun dengan kondisi masih minimnya ketersediaan SDM yang unggul, HIPMI harus mampu menjadi inkubator bagi para pengusaha lokal di daerah daerah agar terjadi peningkatan kualitas dan kapasitas yang unggul melalui berbagai edukasi dan pendampingan.

Bagas pun menawarkan program 5 C jika kelak terpilih menjadi Ketua Umum HIPMI periode 2022-2025, yakni Colaborate, Coaching, Connect, Capital dan Conversion. Program – program ini diyakininya akan menjadi solusi terbaik dalam melahirkan pengusaha pengusaha lokal di setiap daerah yang berkualitas.

“industri – industri pariwisata membutuhkan SDM yang sudah mengerti tata kelola mengenai hospitality dan ini pun ada sekolahnya, hospitality jadi tidak serta merta orang yang  buka industri pariwisata langsung bisa masuk dan posisi HIPMI adalah posisi yang pro dengan industri lokal dimana kita harus mengafirmasi kebijakan mengenai melibatkan pengusaha lokal minimal 15 persen,” ujarnya.

“Peran HIPMI adalah sebagai inkubator pengusaha lokal yang ada di setiap daerah, sehingga saat investasi masuk ke suatu daerah dan sudah melakukan screening SDM – SDM lokal yang berkualitas, dan apabila sudah bisa dikerjasamakan maka langsung diutilisasi, apabila belum maka HIPMI mempunyai suatu program yang namanya coaching atau pelatihan” ujarnya.

Sementara Calon ketua umum nomor 1, Akbar Himawan Buchari dalam visi dan misinya menyampaikan dalam mendukung program dan kebijakan strategis pemerintah, HIPMI memiliki peran penting sebagai salah satu pilar penggerak roda ekonomi dengan menghadirkan kader kader pengusaha muda yang saling terhubung satu sama lain dalam bidang transportasi, logistik dan pariwisata.

Akbar menawarkan sebuah program bank data yang dapat mengintegrasikan setiap potensi-potensi pengusaha lokal di daerah agar dapat berkolaborasi menghasilkan sebuah peluang bisnis bersama demi kemajuan bersama.

Ia berujar dalam suatu ekosistem ekonomi, setiap investasi yang masuk membutuhkan  SDM – SDM unggul. Untuk itu HIPMI sebagai organisasi kader hadir untuk turut serta bersama pemerintah bisa mencetak SDM – SDM yang handal untuk melahirkan industri – industri yang baru, melahirkan UMKM baru sehingga bisa bermanfaat bagi pembangunan ekonomi nasional.

“Ke depan kita membuat sebuah program integrasi bisnis yang kuat dengan penguatan kader yang terdata lewat database kita. Ini yang akan kita lakukan, semua kader – kader HIPMI di setiap level. HIPMI hadir harus bisa membawa tumbuh kembang kader HIPMI ke depan sehingga bersama melahirkan SDM – SDM yang handal ke depan,” ujar Akbar.

Sementara itu, Caketum nomor urut 3, Anggawira menyebutkan berbicara pariwisata di Indonesia, HIPMI memiliki peran yang strategis yang berfungsi sebagai penyambung kebijakan pemerintah dengan ketersediaan SDM – SDM lokal yang mampu memanfaatkan berbagai program pemerintah dengan efektif dan efisien.

Menurutnya tantangan yang tengah dihadapi industri pariwisata di Indonesia adalah keterbatasan SDM SDM yang menjadi subjek dari pariwisata itu sendiri. Hal ini menjadi sangat penting mengingat pariwisata tidak hanya berbicara soal objek wisata namun jauh lebih penting adalah kehadiran subyek pariwisata yang mampu mengelola destinasi wisata di Indonesia dengan baik sehingga mampu berdampak bagi masyarkat.

“Peran HIPMI bisa menjadi jembatan koneksi tersebut. Kekuatan sudah ada beberapa destinasi prioritas dan super prioritas ada di 5 wilayah termasuk Labuan Bajo. Namun tentunya tidak terbatas di situ saja. Kita ketahui bersama destinasi super prioritas itu mendapatkan dukungan luar biasa dari pemerintah, terutama dari sisi infrastruktur di support habis, disisi lain ekonomi kreatif harus dikembangkan dan ini saya rasa peran HIPMI bagaimana bisa meningkatkan sisi ekonomi kreatifnya,” ujarnya.

Berbagai solusi yang ditawarkan yakni mulai dari peningkatan kualitas kader kader HIPMI melalui program HIPMI perguruan tinggi, pemberian fasilitas pembiayaan bagi para pelaku usaha di daerah, melahirkan 1 entrepreneur di setiap desa dengan tujuan penggunaan dana desa yang lebih produktif ketimbang konsumtif hingga kepada peningkatan kualitas dan kapasitas produk pengusaha UMKM di setiap daerah. (334)

Pos terkait