Daya Tarik Desa Wisata Pikat Minat Wisatawan ke Bali di Masa Pandemi

daya tarik desa wisata pikat minat wisatawan ke bali di masa pandemi (1)
DESA WISATA - Suguhan tarian tradisional dari salah satu desa wisata di Bali menarik perhatian pengunjung/wisatawan

DENPASAR | patrolipost.com – Pentas seni budaya, serta keunikan dari potensi desa wisata se-Bali dapat dilihat secara langsung oleh para wisatawan yang berkunjung ke pusat kreatif di kawasan wisata Kuta, Badung, Minggu (28/11). Di tempat pusat kreatif ini menampilkan etalase sejumlah desa wisata di Bali. Wisatawan pun mengaku kagum dengan potensi desa wisata di Pulau Dewata.

Seperti yang disampaikan Alex berasal dari Negara Ukraina saat melihat pameran produk-produk desa wisata. “Saya sangat senang bisa mengetahui ada banyak produk yang dihasilkan masyarakat di desa-desa wisata di Bali,” ucapnya.

Selain itu ia bersama temannya secara langsung menikmati suguhan pertunjukkan tari Bali. Masing-masing desa wisata di pulau ini memiliki karakteristik budaya dan seni tari yang mampu memberikan kepuasan bagi wisatawan.

Ditengah situasi pandemi Covid-19, tidak dipungkiri bahwa daya tarik desa wisata masih mampu menarik kembali minat kunjungan wisatawan ke Bali. Pasalnya, beragam keunikan dan karakteristik desa wisata di Pulau Dewata yang ditampilkan dalam etalase desa wisata di pusat kreatif ini, dapat memberikan referensi kepada wisatawan tentang desa wisata yang ingin dikunjungi.

Upaya ini dilakukan Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkom Dewi) Bali bersama penggiat industri kreatif untuk memudahkan wisatawan domestik maupun internasional berkunjung ke desa wisata, sekaligus menggeliatkan kembali sektor pariwisata ditengah pandemi Covid-19. Meski diadakan secara terbatas dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, para pengelola desa wisata temasuk wisatawan tidak keberatan terhadap aturan tersebut.

Nyoman Dira salah seorang penggiat desa wisata mengatakan wisatawan yang datang dapat mencoba beragam produk kuliner dari para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di desa wisata. “Antusias wisatawan cukup baik, karena dapat melihat suguhan atraksi budaya dan kuliner lokal yang ada di masing-masing desa wisata di Bali,” katanya. (811)

Pos terkait