Calon Ketua Peradi Buleleng Tersisa Dua, Satu Pendaftar Lempar Handuk

peradi bllng1
Ketua Tim Tim Verifikasi dan Pendaftaran kandidat Ketua Peradi pada Muscab 2023 mendatang, I Nyoman Sunarta SH. (cha)

SINGARAJA | patrolipost.com – Belum juga kontestasi dimulai, satu kandidat Ketua DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Singaraja yang mendaftar ikut memperebutkan kursi ketua Peradi pada Musyawarah Cabang I Peradi Singaraja pada 1 April 2023 mendatang, lempar handuk. Pendaftar atas nama Ketut Widiada pada menit terakhir pelaksanaan verifikasi mengundurkan diri dan menyatakan tidak meneruskan proses pencalonan.

Mundurnya satu pandaftar menyisakan dua kandidat yakni yang diperkiraaka akan bersaing ketat yakni Kadek Doni Riana  SH MH dan I Nyoman Sardana  SH MH.

Ketua Tim Tim Verifikasi I Nyoman Sunarta SH membenarkan mundurnya satu pendaftar dalam perebutan kursi Ketua Peradi Singaraja. Ia menyebut Ketut Widiada ingin lebih fokus pada urusan keluarga.

”Ya memang sedikit mengejutkan pada menit terakhir proses verifikasi yang dilakukan sejak 9-16 Maret 2023 satu pendaftar mundur melalui surat menyatakan berhenti melakukan proses lebih lanjut,” kata Nyoman Sunarta, Minggu (19/3/2023).

Dengan mundurnya satu pendaftar, Sunarta menyebut proses verifikasi adiministrasi dilanjutkan dengan hanya memproses dua pendaftar tersisa yakni Doni Riana dan I Nyoman Sardana. Hasilnya, keduanya dinyatakan lolos dan tidak ada hambatan untuk mengikiti proses lebih lanjut.

“Sesuai syarat administrasi kedua kandidat telah menyerahkan surat pernyataan bebas dari akivitas partai politik (Parpol). Syarat dalamAD/ART Peradi memang disebutkan Ketua Peradi tidak diperkenankan merangkap sebagai pengurus partai,” imbuh Sunarta.

Karena tersisa hanya dua kandidat, Sunarta berharap keduanya bisa membangun komunikasi lebih awal agar pelaksanaan Muscab Peradi I Singaraja mendatang berjalan lebih kondusif. Ia menyebut kedua kandidat sebaiknya melakukan loby-loby untuk tercapainya kesepakatan sehingga saat Muscab berlangsung secara aklamasi.

“Kita sebenarnya tidak ingin ada perpecahan di tubuh organisasi Peradi Singaraja. Jika memungkinkan bisa dilakukan aklamasi kenapa tidak dilakukan, tidak ada kalah dan menang, dukung mendukung. Namun, kalau terpaksa ditempuh jalan pemilihan kita juga sudah siap. Hanya saja siapa pemenangnya nanti harsu tetap merangkul yang lain,” tandas Sunarta.

Untuk diketahui DPC Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Singaraja segera menggelar Muscab I untuk memilih ketua. Sebelumnya Ketua DPC Peradi Singaraja dijabat Gede Harja Astawa, namun yang bersangkutan mengundurkan diri setelah terpilih menjadi pengendali DPC Partai Gerindra Buleleng. Kursi yang ditinggalkan Harja Astawa lowong dan kendali Peradi Singaraja dijabat secara Pelaksana tugas (Plt). (625)

Pos terkait