Beredar Isu Lokasi Pembangunan Dermaga Pindah, Warga Geruduk Kantor Camat

Penyerahan tuntutan FP2DL di Kantor Camat Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Kamis (12/12/2019).

LABUAN BAJO | patrolipost.com – Ratusan warga yang tergabung dalam Forum Peduli Pembangunan Dermaga Liboliang (FP2DL) mendatangi kantor Camat Macang Pacar, Kabupaten Manggarai Barat, untuk melakukan aksi demonstrasi. Aksi digelar atas keresahan warga Macang Pacar Raya dengan adanya isu pembatalan pembangunan dermaga niaga Laboliang di Desa Bari, kecamatan Macang Pacar.

Koordinator FP2DL Stanislaus Kani, dalam orasinya menjelaskan bahwa percepatan penanggulangan kemiskinan merupakan sebuah upaya peningkatan kesejahteraan rakyat menjadi cita-cita bersama pemerintah dan rakyat. Untuk tercapainya cita-cita tersebut perlu adanya sinergisitas antara subjek dan objek pembangunan yakni pemerintah dan rakyat.

Bacaan Lainnya

“Rencana pembangunan Dermaga Niaga yang terletak di Laboliang Bari merupakan salah satu implementasi pelayanan pemerintah kepada masyarakat demi terciptanya kesejahteraan masyarakat dan pemerataan pembangunan daerah yang merata di segala sektor,” kata Stanislaus Kani, Kamis (12/12/2019).

Ia menjelaskan bahwa tujuan pembangunan di Negara Republik Indonesia yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat baik kota maupun di pedesaan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh pelosok desa maupun kota.

“Rencana penyediaan pembangunan infrastruktur Dermaga Niaga Laboliang Bari merupakan salah satu upaya meningkatkan membuka isolasi daerah tertinggal seperti daerah Kecamatan Macang Pacar Raya,” imbuhnya.

Ia menjelaskan bahwa rencana pembangunan infrastruktur dermaga sangat membantu masyarakat dalam mobilisasi hasil komoditi.

“Pada tahun 2016 pemerintah telah meluncurkan program pembangunan Dermaga Bari di Laboliang Desa Bari Kecamatan Macang Pacar dan pada tahun 2018 telah diadakan pembebasan lahan/tanah masyarakat oleh pemerintah, atas dasar itulah masyarakat sangat antusias dan sangat mendukung untuk pembangunanan dermaga,” kata Stanislaus Kani.

Ia menambahkan bahwa tentu program ini dicanangkan dengan mempertimbangkan asas keadilan pemerataan pembangunan seluruh bangsa Indonesia, khususnya di Kabupaten Manggarai Barat.

“Dari hasil kajian dan penelitian dari Dirjen Perhubungan Laut memberikan rekomendasi bahwa Laboliang Desa Bari layak untuk membangun sebuah Dermaga Niaga,” tuturnya.

Tentunya rekomendasi ini punya dasar bahwa permukaan laut dan pantai yang layak untuk dibangun serta potensi wilayah yang luas dan layak untuk dibangun dermaga.

“Alur dan tahapan telah dilakukan seperti sosialisasi, pembebasan lahan, pengusuran jalan lintas pantura Manggarai Barat sudah memasuki wilayah Kecamatan Macang Pacar. Antusiasme masyarakat Macang Pacar begitu tinggi menjemput program pembangunan Dermaga Niaga ini,” ungkapnya.

Namun waktu demi waktu telah berlalu kini kurang lebih 4 tahun berjalan, pembangunan Dermaga Niaga belum juga terealisasi. Harapan masyarakat pun hampir hilang, apalagi belakang beredar isu bahwa rencana pembangunan dermaga itu batal.

“Kini di penghujung tahun 2019 masyarakat Macang Pacar Raya resah dengan adanya isu pembatalan pembangunan Dermaga Niaga Laboliang di Desa Bari Kecamatan Macang Pacar dan akan di alihkan ke tempat lain di Kabupaten Manggarai Barat. Isu ini telah santer dibicarakan media sosial, lewat group media sosial yang telah membahas bersama warganet, ataupun lewat pemberitaan di media massa lokal,” ungkapnya.

Sementara itu, Ladis Jeharum, salah seorang anggota aksi FP2DL menjelaskan bahwa masyarakat merasa tidak puas dengan adanya isu tersebut. Sementara dari pihak pemerintah belum ada penjelasan serta informasi yang pasti,

“Karena itu FP2DL melalui pemerintah Kecamatan Macang Pacar mendesak segera membangun Dermaga Laboliang Bari sesuai perencanaan awal. Inspirasi ini agar dilanjutkan ke Pemerintah Daerah di Labuan bajo dan Pemerintah Pusat,” kata Ladies saat melakukan orasi di halaman Kantor Camat Macang Pacar.

Ladies Juga mendesak agar Camat Macang Pacar untuk segera menyampaikan persoalan ini ke Bupati Manggarai Barat.

“DPRD kabupaten Manggarai Barat kami berharap untuk segera memanggil Bupati Manggarai Barat untuk melakukan rapat dengar pendapat,” tuturnya.

Pihaknya juga mengancam akan menarik kembali tanah yang telah diberikan kepada pemerintah jika pembangunan Dermaga Niaga tersebut dialihkan ke tempat lain di Kabupaten Manggarai Barat.

Sementara Camat Macang Pacar M Sarimin Malonde SHut saat menerima masa aksi menjelaskan bahwa tuntutan FP2DL juga merupakan keinginan pemerintah Kecamatan Macang Pacar.

“Kita semua tau, bahwa tanah tersebut sudah diberikan untuk pembangunan dermaga tersebut, tinggal menunggu proses pembangunannya saja,” kata Camat Sarimin, dan dirinya berjanji akan segera membawa tuntutan tersebut kepada Bupati Manggarai Barat. (334)

Pos terkait