Bentrok Maut Pekerja Asing vs Pekerja Indonesia, Mahfud: Perusahaan Harus Terbuka ke Pemerintah Soal Data Pekerja

maut 1xxxxxxx
Lokasi PT GNI tempat terjadi bentrokan maut antara pekerja asing dengan pekerja Indonesia dan menewaskan dua pekerja kini mulai kondusif. (ist)

JAKARTA | patrolipost.com – Menko Polhukam Mahfud Md mengatakan pemerintah mempelajari latar belakang terjadinya bentrokan antar-tenaga kerja di PT GNI Morowali Utara, Sulawesi Selatan. Pemerintah meminta PT GNI bersikap terbuka dalam menyediakan data kepada pemerintah. Mahfud menyinggung soal hak-hak pekerja PT GNI. Karena itu, Mahfud meminta perusahaan menyikapi tuntutan pekerja dengan bijak.

“Pemerintah sendiri, setelah mempelajari latar belakang peristiwa tersebut, maka pemerintah menegaskan bahwa berdasarkan konstitusi, setiap warga negara berhak mendapat pekerjaan yang layak dengan perlakuan yang adil,” kata Mahfud, Senin (16/1).

“Oleh sebab itu, perusahaan hendaknya menyikapi tuntutan pekerja dengan arif. Selanjutnya, pekerja harus bisa menyampaikan, aspirasinya dan menuntut hak-hak nya secara proporsional sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” katanya.

Kapolri Jamin Keamanan dan Tampung Aspirasi Pekerja PT GNI Pascabentrok
Pemerintah mengimbau PT GNI terbuka sehingga pemerintah bisa menyelidiki soal peristiwa bentrok antara tenaga kerja asing (TKA), dan tenaga kerja Indonesia (TKI).

“Pemerintah dengan ini mengimbau agar PT GNI bisa bersikap terbuka sehingga pemerintah dapat mempunyai data tentang semua tenaga kerja dan pelaksanaan pengamanan di dalam lingkungan perusahaan yang beroperasi di wilayah Republik Indonesia,” katanya.

“Kemudian, perusahaan harus lebih profesional dalam menjamin terjadinya kerja-kerja kondusif agar tak terjadi bentrok antar kelompok-kelompok pekerja,” ucapnya.

Kondisi Sudah Kondusif
Pemerintah menyampaikan penyesalan terjadinya peristiwa bentrok TKA dengan TKI yang menewaskan dua orang itu. Pemerintah menyebutkan kasus itu harus diselesaikan dengan sebaik-baiknya.

“Pemerintah menyesalkan terjadinya peristiwa tersebut. Pemerintah mengajak kita untuk menyelesaikan dan mengakhiri peristiwa tersebut dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Mahfud meminta masyarakat tak bersikap rusuh. Laporan yang diterima Mahfud, kondisi di lokasi sudah kondusif.

“Kedua, pemerintah berharap seluruh masyarakat tenang, dan kembali ke ke kehidupan normal seperti biasa. Karena, pada saat ini, saat saya membacakan pernyataan yang dibuat ini, situasi di Morowali sudah kondusif,” katanya. (305/dtc)

Pos terkait