Bappeda Bangli Rancang Loket Tiket Pintu Masuk Kintamani yang Berkelas

kepala bappeda litbang bangli, i nyoman udiana mahardika.
Kepala Bappeda Litbang Bangli, I Nyoman Udiana Mahardika. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Seiring berjalannya waktu pemerintah daerah akan melakukan penataan kawasan  Kintamani secara bertahap, termasuk salah satunya rencana pembangunan loket tiket masuk kawasan Kintamani yang berkelas dan representatif.

Kepala Bappeda Litbang Bangli, I Nyoman Udiana Mahardika saat dikonfirmasi menjelaskan beberapa langkah akan dilakukan dalam rangka penataan di kawasan Kintamani. Penataan yang akan berlangsung dalam waktu dekat ini yakni penataan jalur pejalan kaki atau pedestrian dari Penelokan dan penataan anjungan Penelokan  serta Goa Jepang.

Bacaan Lainnya

Kata pejabat asal Banjar Pule, Kelurahan Kawan ini untuk merealisasikan terkait pendestrian pemerintah daerah juga telah mengajukam permohonan untuk pengalihan status jalan provinsi ke jalan Kabupaten.

“Bila status jalan dialihkan tentu kabupaten lebih leluasa dalam melakukan penataan,” ungkapnya, Rabu (16/3/2022).

Disamping itu ke depannya dirancang pula untuk penataan pintu loket tiket menuju kawasan Kintamani. “Memang ini baru sebatas wacana, untuk  desain memang sudah tersaji, tapi masih perlu perhitungan  dan  melihat dari segi kesiapan lahan,” sebutnya.

Lanjutnya, karena anggaran terbatas tentu penataan dilakukan bertahap. Penataan pintu loket rencana di pintu loket di Sekardadi. Melihat juga potensi kepadatan masuk wisatawan.

Agar dapat membuat pintu loket yang berkelas dibutuhkan lahan yang memadai. Terkait lahan tersebut nantinya bisa sistem sewa, kerjasama atau membeli lahan. “Untuk lahan masih dikaji, ditentukan titik yang tepat,” ujarnya.

Nantinya akan dipisah jalur wisatawan dan non wisatawan. Jadi non wisatawan yang ingin ke Singaraja akan dialihkan melalui jalur lain.

Kata Nyoman Udiana  pemerintah ingin wajah Kintamani lebih berkelas. Diharapkan dengan dilakukan penataan ini dapat memberikan dampak kepada masyarakat.

Diingatkan pula retribusi pariwisata yang masuk ke daerah nantinya digunakan untuk meningkatkan kualitas kawasan.

“Retribusi yang dipungut saat ini kembali  digunakan untuk penataan juga. Pembangunan yang dilakukan pemerintah baik fisik maupun non fisik diharapkan membawa kesejahteraan untuk masyarakat Bangli,” ungkapnya. (750)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.