Bandara I Gusti Ngurah Rai Bersihkan Pantai dan Lepas 126 Ekor Tukik di Pantai Kelan

lepas tukik
General Manager Bandata I Gusti Ngurah Rai Bali Handy Heryudhitiawan melaksanakan kegiatan bersih pantai dan pelepasan tukik. (ist)

MANGUPURA | patrolipost.com – Sebagai salah satu upaya mewujudkan misi Perusahaan yakni memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai  Bali melaksanakan kegiatan bersih pantai dan pelepasan 126 ekor tukik atau anak penyu di Pantai Kelan, Kabupaten Badung, Jumat (27/10/2023).

Kegiatan itu juga sekaligus dalam rangka memperingati Hari Habitat Sedunia dengan tema ‘Conservation for Our Environment’.

Bacaan Lainnya

Sebanyak 330 karyawan PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali terlibat dan berpartisipasi pada kegiatan itu.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Handy Heryudhitiawan mengatakan, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai berkomitmen untuk selalu menjaga lingkungan hidup utamanya di lingkungan bandara.

“PT Angkasa Pura I memiliki tanggung jawab untuk menjaga keberlangsungan hidup alam sekitar, karena kita sadar bahwa kelestarian alam akan berdampak langsung pada kegiatan operasional bandara,”  kata Handy, Jumat (27/10/2023).

Pelepasan tukik, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali bekerja sama dengan Kelompok Konservasi Penyu Bulih Bali Tanjung Benoa dan Turtle Conservation and Education Centre (TCEC) Serangan.

Jenis tukik atau anak penyu yang dilepaskan adalah Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea). Tujuan pelepasan tukik ke pantai, sebagai upaya konservasi terhadap penyu yang populasinya semakin mengecil akibat penangkapan dan penjualan ilegal.

Dengan terselenggaranya kegiatan bersih pantai dan pelepasan tukik, Handy berharap dapat memupuk semangat bagi seluruh insan Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai untuk berpartisipasi aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Selain itu, kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk turut serta menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita,” imbuhnya.

Sementata itu, perwakilan dari Kelompok Konservasi Penyu Bulih Bali, I Kadek Wiadnyana menyampaikan apresiasinya kepada Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai – Bali atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Untuk menjaga kelestarian penyu, dibutuhkan lembaga-lembaga konservasi karena penyu merupakan hewan yang rentan dan sulit untuk bereproduksi. Untuk itu kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas dukungan yang telah diberikan kepada kami,” ucapnya. (pp03)

Pos terkait