Bakti-Kominfo dan Telkom Indonesia Dukung Digitalisasi Desa Wisata di Matim

Staf Bakti-Kominfo fasilitator lokal untuk Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Adrianus Carly Nantu. (ist)

BORONG| patrolipost.com – Kementerian Kominfo melalui Bakti-Kominfo berpartner dengan Telkom Indonesia sedang gencarnya mengoptimalisasi akses internet di berbagai wilayah guna mendukung digitalisasi desa wisata dan mendukung potensi lain di desa.

Hal ini disampaikan Fasilitator Bakti-Kominfo untuk Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Adrianus Carli Nantu di Borong, Selasa (6/7/2021).

Bacaan Lainnya

“Program ini merupakan digitalisasi desa wisata dan potensi lainnya ke dalam platform dengan mengoptimalisasi akses internet,” ungkap Carly.

Dijelaskan Carly, program ini dibawah naungan Kemenkominfo melalu Bakti-Kominfo dan berpartner dengan Telkom Indonesia untuk mendukung akses internet berbagai wilayah yang belum terjamah akses internet. Program digitalisasi ini guna menggali potensi-potensi wisata di Matim yang digerakan secara digital.

“Lebih khusus untuk Manggarai Timur kami upayakan untuk fasilitasi secara maksimal,” imbuhnya.

Lebih lanjut Carly menegaskan, Program  ini hadir untuk memberikan solusi bagi pelaku usaha. Dengan adanya program Digitalisasi Desa Wisata, para pelaku pariwisata di Matim lebih mudah dalam menjual paket perjalanan wisata kepada para tamu domestik maupun mancanegara. Sedangkan untuk objek wisata yang dikelola oleh Pemda Matim, melalui program ini  potensi benefit Pemda didorong untuk menambah pendapatan daerah.

Mewakili Kemenkominfo, Carly berharap program Digitalisasi Desa Wisata dengan mengoptimalkan akses internet dapat diterima dengan baik oleh Pemkab dan masyarakat Matim. Program ini adalah peluang besar yang diharapkan bisa disambut baik demi kemajuan pariwisata Matim ke depannya.

‘”Harapan kami adalah Pemda Manggarai Timur melalui Dinas Pariwisata menangkap peluang besar ini dengan baik. Dengan demikian, ke depannya potensi-potensi wisata berada di Manggarai Timur mampu dikelola dengan metode modern dengan sistem digitalisasi,” ungkapnya.

Carly berharap para pelaku usaha wisata di Matim tidak menutup diri untuk mengikuti pelatihan program digitalisasi ini. Hal ini karena pada saat Onboarding pada 21-23 Juni 2021, pelaku usaha wisata yang ikut pelatihan sangat terbatas. (pp04)

Pos terkait