Angkot Berbasis Aplikasi Online Hadir di Garut

angkot di Garut
net - Angkot berbasis aplikasi online Kini Hadir di Garut. (ilustrasi)

GARUT | patrolipost.com – Untuk mengimbangi pesatnya perkembangan angkutan berbasis online, Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kabupaten Garut membuat aplikasi untuk angkutan kota (angkot). Aplikasi yang dinamai Aksi (Angkot Beraplikasi) Garut itu diyakini bisa meningkatkan pendapatan usaha angkot di Kabupaten Garut.

Ketua Organda Kabupaten Garut, Yudi Nurcahyadi, mengatakan, selama ini banyak pengusaha dan sopir angkot mengeluh dengan keberadaan angkutan online. Aplikasi yang digagas pihaknya pun kemudian disebutnya sebagai jawaban kegelisahan tersebut. “Fitur di aplikasi ini akan memudahkan penumpang dan pengemudi,” katanya.

Bacaan Lainnya

Pemilik angkot juga sangat terbantu. Menurut Nurcahyadi, mereka bisa mengecek apakah angkotnya sedang memuat penumpang atau ngetem (menunggu penumpang) di suatu lokasi. Untuk sopir angkot, Yudi mengatakan, dengan aplikasi itu bisa diketahui posisi calon penumpang dan juga bisa menjaga jarak dengan angkot terdekat.

Sedangkan untuk calon penumpang, angkot bisa dipesan di aplikasi dan diarahkan ke angkot terdekat sehingga tidak harus menunggu lama. “Kita sangat berharap aplikasi ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat walau baru bisa dipakai di wilayah perkotaan saja, tapi akan terus dikembangkan hingga bisa ke pelosok juga,” ucapnya.

 

Keunggulan Angkot Online

Yudi menyebut, aplikasi ini dikembangkan Dinas Perhubungan Kabupaten Garut dengan Organda Kabupaten Garut dan pihak pengembang. “Aplikasi bisa diunduh di Playstore. Dengan adanya aplikasi, bisa membantu masyatakat memesan angkot. Pesannya di aplikasi. Nanti bakal ketahuan berapa lama angkot bisa sampai,” jelasnya.

“Tidak perlu ngetem juga pengemudinya karena kalau ada penumpang sudah ketahuan,” tambahnya. Dengan aplikasi, Yudi menyebut bahwa penumpang bisa melaporkan pengemudi jika membawa kendaraan dengan ugal-ugalan atau membuatnya tidak nyaman karena data pengemudi dan nomor kendaraan sudah tertera di sana.

Dengan begitu, menurutnya kehadiran aplikasi juga bisa mencegah kejahatan. Sementara itu, Eki Ananta, selaku tim pembuat aplikasi menyebutkan, pihaknya telah mengembangkan aplikasi tersebut sejak 2018. “Kemajuan teknologi bukan untuk ditentang,” ungkapnya. Saat ini sendiri aplikasi tersebut sudah mulai diujicobakan. (999)

Pos terkait