Anggaran Pembelian BBM Damkar Bangli hanya Tersisa Dua Juta Rupiah

kabid damkar
Kabid Damkar BPBD dan Damkar Bangli, I Dewa Gede Wirawan. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Di tengah semakin meningkatnya intensitas kebakaran yang terjadi, justru ketersedian anggaran oprasional untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) buat armada pemadam kebakaran (Damkar) Bangli semakin menipis. Sisa anggaran pembelian BBM hanya Rp 2 juta.

Kabid Damkar BPBD dan Damkar Bangli I Dewa Gede Wirawan mengatakan anggaran untuk pengadaan BBM jenis dexlite sebesar Rp 47 juta per tahun. Di  APBD Induk dianggarkan sebesar Rp 30 juta dan APBD Perubahan sebesar Rp 15 juta serta restrukturisasi anggaran di bidang rehabilitasi dan rekontruksi sebesar Rp 2 juta.

Bacaan Lainnya

Dari total anggaran yang tersedia hampir sebagian besar telah terserap dan masih menyisakan anggaran Rp 2 juta sampai bulan Desember. Tingginya serapan anggaran BBM tidak lepas dari tingginya musibah kebakaran yang ditangani. Dari data untuk bulan September terjadi 6 musibah kebakaran yakni  5 kali kebakaran hutan/lahan dan 1 kebakaran rumah.

Sedangkan bulan Oktober terjadi 12 kali kebakaran yakni 7 kali kebakaran hutan/lahan, 3 kali kebakaran rumah dan 2 kali kebakaran tumpukan sampah.

“Jumlah kasus kebakaran alami peningkatan dari tahun kemarin hanya 14 kasus,” sebut  Dewa Wirawan, Senin (30/10/2023).

Kata Dewa Wirawan mengatasi masalah anggaran BBM yang semakin menipis tentu akan disiasati dengan memanfaatkan anggaran yang ada di masing- masing bidang. Melihat musim panas yang masih berlangsung potensi terjadi kebakaran cukup tinggi.

”Jika musim kemarau kita dihadapkan pada musibah kebakaran, sedangkan jika musim penghujan kita dihadapkan dengan  musibah longsor yang menutup akses jalan,” ungkapnya.

Damkar Bangli mengoperasikan 4 armada yakni 3 armada jenis brandweer (BW)  dan 1 armada untuk pensuplay air.

Disinggung mengatasi masalah anggaran untuk pengadaan BBM,  tahun depan pihaknya akan merancang penggunakan BBM jenis solar dan dexlite. Penggunaan dexlite tetap dianggarkan mengatasipasi kerap kali terjadi kelangkaan solar.

”Tentu dengan penggunaan solar biaya oprasional bisa ditekan, kami sedang mengurus kelengkapan dokumen untuk pemanfaatan solar ke depannya,” ujar Dewa Wirawan. (750)

Pos terkait