Curhatan Sri Mulyani ke Megawati, ”Aduh Ibu, Kerugian Bencana Triliunan”

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
mega 3333
Megawati Soekarnoputri. (ist)

JAKARTA | patrolipost.com – Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sempat dicurhati Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengenai kerugian akibat bencana alam. Kerugiannya tak tanggung-tanggung hingga triliunan rupiah.

“Saya tanya dengan Ibu Menteri Keuangan. Ibu, Sri Mulyani. Beliau tuh sampe bilang gini, ‘aduh ibu, kerugian akibat bencana alam, saya belum nanya, bencana konflik itu masuk udah triliunan ibu’,” ungkap Megawati dilansir, Jumat(29/10/2021).

Ungkapan tersebut ia sampaikan saat berbicara mengenai potensi kerugian akibat bencana di Indonesia. Meski tak dijabarkan secara rinci mengenai jumlah triliunan itu, disebutkan belum termasuk kerugian bencana akibat konflik.

Mengenai kerugian biaya ini juga bukan yang pertama kali ia sampaikan. Sebelumnya pada pelatihan bencana yang digelar pada 4 Agustus 2021, Megawati kembali membicarakan mengenai potensi kerugian.

“Kerugian akibat bencana itu kalau juga tidak percaya, saya sudah ngomong sama Bu Ani (Sri Mulyani), saya nanya. Saya kan manggilnya mbak, mbak nek kerugian bencana itu gede opo ora (besar atau tidak), dihitung gede lho bu. Apa artinya harusnya jangan kejadian, supaya sampai kerugian bencana, sudah gede begitu kan harus diperbaiki,” tutur Megawati kala itu.

Selain itu, Megawati juga mengungkapkan menangani ancaman bencana alam di Indonesia yang sangat tinggi. Dia mengingatkan agar kepala daerah tak lalai terhadap ancaman bencana alam.

“Dengan segala hormat, saya merasa ini sebetulnya terjadi yang namanya bencana alam itu karena kelalaian, termasuk dari pimpinan-pimpinan daerah yang kurang menanggapi. Bahwa (bencana alam) ini sebetulnya paling tidak bisa dihindari dengan tentunya bantuan teknologi, dan kesadaran manusianya sendiri,” ungkapnya.

Megawati berulang kali menceritakan pengalamannya mulai dengan mantan Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Al Gore yang menyadari Indonesia sebagai negara yang rapuh hingga dialog dengan negara Bhutan.

Bhutan merupakan salah satu negara yang diawasi oleh badan PBB, UNESCO. Sama seperti Nepal, Bhutan juga berada di bawah Pegunungan Himalaya yang penuh es. Namun akibat pemanasan global, es itu mencair dan patah-patah.

“Saya menceritakan ini adalah bukan dengan maksud menakuti, tidak. Ini adalah sebagai sebuah pengetahuan kita. Mengapa sekarang kita tidak bisa lagi berpikir normal. Rasanya ya sudah SOS,” sambung Megawati.

Megawati mengatakan kondisi Indonesia tak berbeda krusialnya dengan negara tersebut.

“Tolong, saya bukan mau sok-sokan. Saya ingin berbagi pengalaman. Bahwa ini sebenarnya bisa (kita antisipasi) asal kita gotong-royong. Sebelum terjadi bencana, jadi pencegahan dan pasca-bencana sudah direncanakan, lalu diorganisir,” jelas Megawati. (305/dtc)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *