Bupati Bangli: FKTP Tidak Boleh Rujuk Pasien Keluar

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
rapat pemkab bangli
Suasana rapat optimalisasi pelayanan kesehatan rujukan di RSU Bangli, bertempat di ruang rapat Krisna Kantor Bupati Bangli, Kamis (28/10/2021). (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Fasilitas kesehatan tahap pertama (FKTP) atau Faskes tingkat satu diminta tidak merujuk pasien keluar Bangli. Pasien agar optimal dilayani layanan kesehatan yang ada di Bangli.

Hal tersebut diungkapkan Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta dalam rapat optimalisasi pelayanan kesehatan rujukan di RSU Bangli, bertempat di ruang rapat Krisna Kantor Bupati Bangli, Kamis (28/10).

Bacaan Lainnya

Rapat diikuti Dinas Kesehatan Bangli, jajaran RSU Bangli, RS BMC Bangli, BPJS Kesehatan Cabang Klungkung, kepala Puskesmas se Bangli, pimpinan klinik, dokter praktek perorangan.

Bupati Sedana Arta mengatakan bahwa pihaknya sudah memegang data rujukan. Terungkap banyak rujukan FKTP yang sebetulnya bisa ditangani di Bangli. Diingatkan agar FKTP tidak meloloskan pasien keluar. “Pasien yang sejatinya bisa ditangani di FKTP justru dirujuk. Malah dirujuk keluar Bangli,” ungkapnya.

Jika ke depan masih seperti itu, pihaknya akan mengambil sikap tegas. “Kita diangkat sebagai ASN di Bangli sudah sepatutnya mengabdi untuk Bangli,” sebutnya.

Disampaikan pula, jika Bupati telah bersurat ke BPJS Kesehatan untuk menyetop dan memblokir semua rujukan ke luar wilayah Bangli.

Bangli sendiri sudah 95 persen UHC (Universal Health Coverage). Untuk bisa UHC pemerintah mengeluarkan anggaran besar untuk pembayaran JKN-KIS. Sementara klaim justru masuk di daerah lain. “Daerah lain ada yang tidak UHC tentu pembayaran untuk JKN KIS kecil, tapi justru dapat klaim besar dari Bangli. Daerah lain juga sudah lebih dulu memblokir untuk merujuk pasien keluar daerahnya,” jelas politisi PDIP ini.

Rujukan bisa dilakukan oleh RSUD Bangli, itu jika tidak memungkinkan ditangani di Bangli. Menurut Bupati Sedana Arta, ketersediaan tempat tidur di RSU Bangli ditambah RS BMC maupun Puskesmas yang layani rawat inap, masih memadai.

“RSU Bangli sedang proses pembangunan untuk bisa optimalisasi layanan. Sejumlah dokter spesialis sudah bertambah. Kalau bisa nanti bisa menangani pasien kanker,” tegasnya.

Di sisi lain, RSU Bangli sedang proses pembangunan. Bahkan pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 75 miliar. Pembangunan akan memasuki tahap tender. (750)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *