Satpol PP Klungkung Bubarkan Balap Liar: Pembalap Lari Tunggang langgang, Tinggalkan Cewek Boncengannya

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
balapan 22222
Balapan liar di GOR Swecapura, Gelgel dibubarkan paksa petugas Satpol PP Klungkung, Sabtu (16/10/2021) malam. (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Warga Desa Gelgel gerah dengan adanya balapan liar di wilayah seputar GOR Swecapura, Gelgel, Klungkung. Warga melaporkan balapan setiap malam Minggu ini kepihak Satpol PP Klungkung, Sabtu (16/10/2021) malam sekitar pukul 22.00 Wita.

Begitu menerima laporan warga, Kasatpol PP Klungkung Putu Suarta SH langsung menurunkan Tim Yustisi ke lokasi trek trekan tersebut. Mendapatkan penertiban mendadak, sontak para pembalap liar lintas kabupaten yang mayoritas anak baru gede (ABG) ini lari tunggang langgang menyelamatkan diri dari sergapan petugas.

Dalam penjelasannya, Kasatpol PP Klungkung, I Putu Suarta menyatakan, pembubaran para remaja yang hendak menggelar aksi balap liar itu dilakukan sekitar pukul 22.00 Wita. Saat Tim Yustisi turun ke lapangan, petugas mendapati gerombolan remaja dengan puluhan sepeda motor berkumpul di depan GOR Swecapura, Gelgel, Klungkung.

“Memang informasi balap liar pada malam minggu kerap kami dengar, tapi kami sering patroli tidak ketemu. Kemarin malam akhirnya kami temui, dan langsung dibubarkan,” ujar Putu Suarta, Minggu (17/10/2021).

Menyadari kedatangan regu patroli dari Satpol PP, para remaja itu kabur tunggang langgang dengan mengendarai sepeda motor mereka.

Saking paniknya, mereka sampai meninggalkan beberapa temannya di GOR. Ternyata pengikut balapan liar ini bukan saja melibatkan warga Lokal Klungkung tapi juga diikuti warga lintas kabupaten lainnya seperti dari Bangli, maupun dari Karangasem.

“Kami dapati ada 2 remaja putri juga. Saat kami tanya, mereka mengaku dari Bangli. Saat ditanya identitas, mereka tidak membawa KTP maupun kartu pelajar. Keduanya kami berikan peringatan lisan,” tegas Suarta.

Menurut Suarta, remaja yang berkumpul dan hendak menggelar balapan liar itu tidak hanya dari Klungkung, justru lebih banyak dari Karangasem dan Bangli. Dirinya meminta aparat desa terutama linmas dan pecalang agar memperhatikan lingkungannya dan jangan segan segan melaporkan kegiatan balapan liar yang terjadi di GOR Swecapura, Gelgel ini.

“Menanggapi hal ini, kami berharap kepada orangtua agar perhatian kepada anaknya. Kalau sudah lewat pukul 21.00 Wita, agar dicari tahu dimana anaknya. Sehingga tidak melakukan hal-hal yang tidak baik, seperti balapan liar,” tegas Suarta.

Penertiban seperti Ini, untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas, apalagi saat ini masih pandemi Covid-19 yang tentu harus diantisipasi adanya kerumunan massa.

“Jika ada kerumunan pada malam hari dan bahkan ada yang bukan warga setempat, sebaiknya diminta pulang. Ini agar tidak mengganggu ketertiban masyarakat. Apalagi saat ini masih pandemi Covid-19,”
tegas Putu Suarta. (855)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *