Munas XIII KAGAMA Bersinergi Untuk Indonesia Maju

  • Whatsapp
Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kagama yang juga Ketua Umum Munas XIII Kagama AAGN Ari Dwipayana.

DENPASAR | patrolipost.com – Di samping merumuskan Garis-garis Besar Haluan KAGAMA (GBHK) dalam Musyawarah Nasional Keluarga Gajah Mada (KAGAMA) ke XIII rencananya akan menelurkan 13 rekomendasi. Keduanya sebagai bentuk peta jalan bagi organisasi ataupun pemerintah. Misal, GBHK bisa dijadikan acuan dalam organisasi siapapun yang akan duduk di dalamnya kelak. Lantas dari rangkaian munas telah pula diadakan seminar di beberapa kota seperti Medan, Semarang, Manado dan Balikpapan. Hasil dari seminar tersebut akan dikumpulkan bahannya dan akan disampaikan kepada pemerintah dalam bentuk rekomendasi.

“Bahan itu akan kita serahkan kepada presiden, Ini lho roadmap pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) versi KAGAMA,” Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Kagama yang juga Ketua Umum Munas XIII Kagama AAGN Ari Dwipayana, dalam jumpa pers di Inna Grand Bali Beach, Sanur, Kamis (14/11/2019), sembari berujar masukan ini akan menjadi bahan bagi Presiden ataupun wakilnya dalam membentuk manusia unggul. “Rekomendasi ini bentuk dari buah pemikiran KAGAMA sebagai upaya bersinergi untuk Indonesia maju,” tuturnya. Untuk maju, Indonesia memiliki modal yaitu SDM. Jangan terlena pada Sumber Daya Alam (SDA) yang selalu dianggap sebagai kekuatan padahal SDA terbatas, dan suatu saat akan kembali berpaling pada SDM.

Bacaan Lainnya

Mendampingi Ari Dwipayana, Ketua Pengurus Daerah Kagama Bali Anak Agung Gede Oka Wisnumurti, Ketua Panitia Harian Munas XIII Kagama I Gusti Ngurah Agung Dyatmika serta AA Putra. Melalui rekomendasi ini kita mendorong presiden mempunyai roadmap yang lebih jelas serta target yang terukur. Termasuk nantinya KAGAMA melalui konsolidasi organisasi ini satu proses dalam melahirkan generasi KAGAMA yang memiliki kemampuan leadership yang kuat. “Jadi saya percaya organisasi KAGAMA itu bukanlah organisasi untuk kumpul-kumpul saja, tapi satu organisasi yang memberi ruang untuk berproses,” ucapnya.

Kegiatan ini bukan hanya ajang reuni atau konsolidasi saja tapi bagaimana bisa memberikan kontribusi dalam pembangunan lima tahun ke depan. Dari sisi lain KAGAMA memandang Program leadership yang ditujukan pada generasi muda agar menjadi pemimpin-pemimpin baru. Artinya mereka kelak tidak mesti jadi pemimpin yang selalu berada di atas tapi bisa menjadi pemimpin di tempat lain. “Hal ini menjadi penting selain sosio enterpreneur, leadership juga penting,” tandasnya. Jika tidak aral melintang Presiden Joko Widodo berencana membuka Munas KAGAMA ke XIII di Inna Grand Bali Beach Hotel Sanur, Jumat (15/11/2019).

Dalam munasnya kali ini KAGAMMA bukan hanya bermunas, tapi juga menggali sejarah lahirnya kebijakan-kebijakan di negeri ini. Sedangkan dipilihnya Bali sebagai lokasi munas diawali Rapat Kerja Nasional (Rakernas). di Universitas Gajah Mada setahun yang lalu. Dari sekian banyak provinsi, Bali dipilih secara aklamasi sebagai penyelenggara. Telah hadir dalam munas sekitar 621 peserta munas pemegang mandat.

Kagama ingin menjadi pelopor dalam merajut kebersamaan. Setidaknya ini sudah diwarisi dari nilai nilai yang dimiliki dari UGM. Salah satu pondasi besar yang dibangun adalah kekeluargaan dan ini bisa menjadi contoh. Kagama itu berbeda dengan yang lain, kagama itu sebuah keluarga, refleksi dalam kerukunan dalam kiprahnya kedepan. Di hari pertama Munas digelar seminar bertajuk “Kesiapan Sumber Daya Manusia Indonesia Menghadapi Revolusi Industri 4.0” menghadirkan Panut Mulyono (Rektor UGM), Faisal Basri (Dosen FE UI), Prof. Raka Sudewi (Rektor Unud), Hendri Saparini (Ekonom CORE Indonesia) dan Adamas Belva Syah Devara (CEO Ruangguru). (473)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *