Final Sepak Bola PON: Papua Serang Habis-habisan Aceh

papua 11111
Tim Papua (merah hitam) akan menyerang Aceh habis-habisan di final PON Papua. (ist)

JAKARTA | patrolipost.com – Pelatih tim Papua Eduard Ivakdalam menyebut tim Aceh yang banyak bermain bertahan jelang final sepak bola PON Papua 2020, Kamis (12/10).

Papua vs Aceh akan bertemu pada partai puncak cabang olahraga sepak bola PON Papua yang digelar di Stadion Mandala Jayapura pukul 19.00 WIT atau 21.00 WIB

Tim Papua ke final PON 2020 usai mengempaskan Kaltim 5-1 pada laga semifinal di Stadion Mandala, Selasa (12/10), sedangkan Aceh menang tipis 2-1 atas Jatim di Stadion Barnabas Youwe.

Final nanti jadi pertemuan kedua Papua vs Aceh di PON Papua. Sebelumnya kedua tim berhadapan di babak 6 besar. Ketika itu Papua menang 1-0. Eduard pun menyinggung permainan tim lawan yang banyak bermain bertahan.

“Karena bagi saya dari awal, tim ini harus keluar untuk bermain sepak bola menyerang. Kita tidak bertahan. Saya sudah tunjukkan permainan dari awal kita harus main pressure di atas,” kata Eduard.

“Karena kemarin waktu kita lawan Aceh di babak 6 besar, Aceh banyak defend itu. Jujur aja Aceh banyak defend itu,” ucap Eduard menambahkan.

Pada kesempatan itu, mantan pemain Persipura Jayapura tersebut juga membahas soal kebugaran timnya yang dalam kondisi kelelahan. Ditambah lagi baik Papua dan Aceh sama-sama memiliki waktu pemulihan usai semifinal hanya dua hari.

Kendati demikian, Eduard berjanji tetap menampilan performa maksimal dari tim Papua dengan bermain total menyerang melawan Aceh.

“Di pertandingan final besok, ayo lawan Aceh juga harus keluar menyerang. Kita sama-sama tunjukkan walaupun dalam kondisi capai, siapa yang terbaik di partai final,” tutur Eduard.

Di luar faktor mencapai target medali emas, aspek lain yang membuat Papua bertekad keluar menyerang adalah sepak bola sebagai salah satu cabang bergengsi di PON yang ditunggu banyak pihak.

“Karena semua orang datang ke sini untuk menyaksikan siapa yang terbaik dan tunjukkan permainan terbaik,” kata Eduard. (305/cnn)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.