Pancaroba Cuaca, Kadiskes Denpasar Imbau Masyarakat Disiplin PHBS

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
perubahan cuaca
Rajin membersihkan rumah dan lingkungan salah satu cara menghindari penyakit. (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Pancaroba cuaca ditandai perubahan suhu udara secara ekstrem dapat menghambat aktivitas masyarakat. Daya tahan tubuh bisa menurun secara drastis. Sehingga masyarakat diimbau untuk waspada terhadap ancaman berbagai macam penyakit dengan menetapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar dr Luh Putu Sri Armini MKes mengatakan, pada musim pancaroba, frekuensi orang yang menderita penyakit saluran pernapasan atas seperti pilek, demam atau batuk, relatif meningkat.

“Bahkan, bisa menyerang gangguan pencernaan, seperti tifus dan demam berdarah sering terjadi ketika peralihan musim. Ini perlu kita waspadai bersama. Saat ini, karena masih pandemi Covid-19, begitu ada gejala influenza like illness (ILI), misalnya ada badannya sakit, pusing, apalagi ada pilek, batuk, segerakan berobat ke Puskesmas terdekat atau pelayanan kesehatan terdekat supaya cepat terdeteksi,” jelasnya, Sabtu (9/10/2021).

Sri Armini menambahkan, antisipasi demam berdarah dan penyakit lainnya yang mungkin berpotensi muncul saat musim peralihan ini dapat dilakukan dengan menjalankan pola hidup bersih dan sehat. Terutama bersih dengan selalu menjaga kebersihan lingkungan, menebarkan bubuk abate secara berkesinambungan dan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

“Menjaga kebugaran dapat dilakukan dengan rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi dan diimbangi dengan vitamin,” terangnya.

Selain itu, Sri Armini menekankan meski masih dalam situasi pandemi, masyarakat jangan sampai melupakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Meskipun hujan yang turun dalam 1 hari tetap berpotensi memunculkan demam berdarah.

“Dalam keadaan pandemi, PSN itu penting. Jadi kadang-kadang orang-orang lupa kalau hujan turun sehari, kan ada genangan air di tempat-tempat seperti pot-pot bekas misalnya, kaleng atau ember bekas nampung air sedikit-sedikit. Nanti kemarin hujan, sekarang tidak misalnya, 3 atau 4 hari, nyamuk sudah bersarang di sana. Makanya harus diperhatikan di lingkungan sekitar rumah jangan sampai air tergenang,” tandasnya. (030)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *