Dokter Spesialis Anak RSUP Sanglah: Pemantauan KIPI Penting Tentukan Efikasi Vaksin

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
vaksinasi rsup
Suasana pelaksanaan vaksinasi di RSUP Sanglah. (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) menjadi satu istilah yang sering didengar masyarakat dalam proses vaksinasi Covid-19. KIPI sangat penting diawasi untuk mengoptimalkan proses vaksinasi. Dengan adanya pemantauan terhadap KIPI ini, maka tim medis bisa menentukan tingkat efikasi vaksin terhadap suatu penyakit.

“Setiap aktivitas vaksinasi apapun jenisnya, untuk saat ini yang sedang dilakukan adalah vaksinasi Covid-19, KIPI itu memang harus dirasakan oleh penerima vaksinasi,” ujar Dokter Spesialis Anak Devisi Infeksi Tropis RSUP Sanglah, Dr dr I Made Gede Dwi Lingga Utama SpA (K) saat dikonfirmasi, Jumat (8/10/2021).

Bacaan Lainnya

Dokter Lingga mengungkapkan, KIPI telah lama dikenal dalam dunia medis sejak imunisasi pertama kali diperkenalkan. KIPI juga sangat penting diawasi untuk mengoptimalkan proses vaksinasi, sehingga bisa menekan angka penularan penyakit yang sifatnya mewabah.

Akan tetapi KIPI tidak memiliki rentang waktu. KIPI bisa terjadi mulai dari 3 jam setelah menerima vaksinasi, bahkan bisa mencapai seminggu setelah vaksinasi. Gejala KIPI pun bisa beragam, mulai dari demam, pusing, sesak napas atau timbul penyakit lain ketika dilakukan diteksi kelainan laboratorium.

“KIPI adalah gejala alamiah yang terjadi pasca mendapat vaksinasi. Saat itu tubuh membuat antibodi, reaksi untuk membuat antibodi ini bisa beragam, mulai dari demam atau pegal-pegal. Dengan adanya gejala KIPI, itu artinya tubuh aktif dalam membentuk antibodi, sehingga setelah itu tubuh bisa melawan penyakit,” jelasnya.

Lebih lanjut dijelaskan, ada beberapa hal yang bisa menimbulkan KIPI, yang pertama adalah kandungan dari vaksin tersebut. Salah satunya seperti material pembentuk vaksin di luar virus yang sudah dilemahkan.

“Seperti zat pembentuk antibodi, bahan pengawet dan lain sebagainya yang kemungkinan bisa menimbulkan reaksi alergi pada penerima vaksinasi,” terangnya.

Dokter Lingga mengimbau para penerima vaksin tetap tenang. Terutama bila mengalami KIPI dengan gejala umum. Namun, apabila mengalami reaksi KIPI yang berat, catat dengan detail dan segera melapor kepada petugas ataupun fasilitas layanan kesehatan serta kontak narahubung yang tertera pada kartu vaksinasi.

“Kami selalu mengingatkan, walaupun vaksin meningkatkan sistem imun/kekebalan, tapi vaksin Covid-19 tidak menjamin 100 persen kita dapat terhindar dari virus,” tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk memperketat Prokes seperti menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, mengurangi mobilitas, dan meningkatkan imunitas. (030)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *