Perampokan di Siang Bolong Gegerkan Warga Sidembunut, Korban Diancam dan Diikat

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
perampokan bangli
Petugas kepolisian melakukan olah TKP kasus perampokan di salah satu rumah di Banjar Sidembunut, Kelurahan Cempaga, Kecamatan Bangli, Kamis (7/10/2021). (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Aksi perampokan di siang bolong menggegerkan warga Banjar Sidembunut Kelurahan Cempaga Bangli, Bali. Pelaku yang seorang diri merampok rumah Kadek Ardiasih (24), Kamis (7/10/2021). Dalam aksinya pelaku mengancam Kadek Ardiasih dengan cerurit dan mengikat tangan dengan selendang. Setelah berhasil korbannya, pelaku mengambil uang puluhan juta rupiah serta perhiasan.

Informasi yang terhimpun, Kamis sekitar pukul 11.00 Wita seorang pria mendatangi rumah Kadek Ardiasih. Pelaku meminta air pada Kadek Ardiasih. Setelah diberikan air, pelaku justru mengancam korban dengan cerurit. Korban yang ketakutan tidak bisa berkutik. Pelaku dengan leluasa mengikat korban dengan selendang. Kaki dan tangan korban diikat dengan selendang, serta mulut juga disumpal dengan selendang.

Bacaan Lainnya

Setelah korbannya tidak berdaya, pelaku langsung menggasak harta benda di rumah tersebut. Pelaku berhasil mengambil uang Rp 37 Juta, cincin emas satu buah. Setelah puas mengobrak abrik isi rumah pelaku langsung kabur.

Kasat Reskrim Polres Bangli AKP Androyuan Elim saat dikonfirmasi membenarkan adanya kasus tersebut, dan saat ini masih dalam penyelidikan. “Petugas sudah turun lakukan olah TKP dan meminta keterangan beberapa  saksi,” ungkapnya. Hanya saja korban belum bisa diminta keterangan karena kondisi masih syok.

Selain itu, korban masih dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani visum. “Dari keterangan dokter korban belum bisa diminta keterangan. Menunggu kondisi stabil dahulu,” sebutnya.

Perwira asal Kupang ini mengungkapkan, saat kejadian kondisi rumah dalam keadaan sepi. Korban baru pulang dari mengantar anak sekolah.

Saat itu datang seorang pria tak dikenal berpura-pura minta air minum. Korban pun memberikan air, tapi mendadak diancam dan langsung diikat menggunakan selendang. Korban ditemukan dalam kondisi terikat oleh sepupunya beberapa saat setelah perampok pergi.

Disebutkan pula bahwa lokasi rumah korban cukup jauh dari jalan raya. Di sekitar rumah korban memang ada rumah warga lainnya, tapi letaknya berjauhan. “Tetangga korban tidak ada mendengar suara yang mencurigakan,” tegasnya. (750)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *