Memprihatinkan! Siswa SMPN 11 Pocoranaka Matim Gelar ANBK di Atas Bukit

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
1 anbkx
Pelaksanaan ANBK siswa-siswi SMPN 11 Pocoranaka di Bukit Golo Ros, Manggarai Timur, NTT. (ist)

BORONG | patrolipost.com – Kondisi memprihatinkan dialami puluhan siswa SMP 11 Pocoranaka Desa Wangkar Weli, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, NTT saat melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Karena sulitnya jaringan internet, mereka terpaksa mengikuti ANBK di halaman rumah warga di atas bukit berjarak sekitar 2,5 kilometer dari sekolah.

Selain kendala jaringan, fasilitas perangkat, SMPN 11 Pocoranaka juga tidak memiliki gedung sekolah. Lantaran tak punya gedung sekolah, peserta didik SMPN 11 Pocoranaka, terpaksa memakai rumah warga yang terletak di bukit untuk melaksanakan ANBK.

Bacaan Lainnya

Kepala SMPN 11 Pocoranaka Wihelmus Vinsen menyebut, kondisi itu sudah berjalan tiga tahun sejak SMPN 11 beroperasi. Menurutnya, SMPN 11 Poco Ranaka beroperasi sejak tahun 2019, berdasarkan Surat Keputusan Bupati Manggarai Timur, Agas Andreas.

Hingga kini, kurang lebih ratusan pelajar di sekolah tersebut masih menumpang di ruang kelas SDK Wae Palo yang berlokasi tidak jauh dari SMPN 11, untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM).

Lanjutnya, untuk pelaksanaan ANBK sejak hari pertama sampai hari kedua mengalami gangguan jaringan, akibatnya server susah diakses.

“Sejak hari pertama sampai hari kedua di sekolah mengalami keterbatasan jaringan, selain itu kami di SMPN 11 juga belum punya gedung sekolah. Terpaksa untuk mengatasi keterbatasan itu, kami harus melaksanakan ANBK di rumah warga yang terletak puncak,” ujar Vinsen, Selasa (05/10/2021).

Dikatakan Vinsen, meskipun terkendala kekurangan perangkat komputer dan terganggunya jaringan internet, SMPN 11 Pocoranaka tetap melaksanakan ANBK. Sekolah terpaksa meminjam laptop di sekolah sekolah tetangga. Pasalnya, fasilitas komputer yang mereka miliki tidak mencukupi untuk kebutuhan ujian siswa.

Sementara itu, Yanita Asinta Onik, kelas VIII, mengaku selama mengikuti ANBK mengalami banyak kesulitan terutama jaringan internet.

“Kendala jaringan internet, sehingga soal tidak muncul. Selain kendala jaringan, kami juga belum memiliki gedung sekolah, makanya ANBK sejak hari pertama sampai hari kedua, kami gunakan halaman rumah warga yang terletak di bukit Golo Ros dan itu ditempuh dengan jalan kaki,” jelas Onik.

Para siswa-siswi sangat berharap pemerintah pusat, melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan agar memberikan perhatian serius terkait kekurangan di sekolah tersebut. (pp04)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *