Pengusaha Akomodasi Bali Sambut Baik PPKM Level 3, Berharap Pariwisata Segera Pulih

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
2021 09 30 21 43 59
2021 09 30 21 43 59

Salah satu akomodasi di “Bali Jungle Huts”. 

 

Bacaan Lainnya

 

GIANYAR – Seiring penurunan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 ke level 3 di Bali, setidaknya memberikan secercah harapan bagi para pengusaha pariwisata di Bali yang bergerak di akomodasi. Salah satunya, pemilik akomodasi “Bali Jungle Huts” yang berlokasi di Jalan Raya Pujung Kaja, Sebatu Tegalalang, Gianyar Bali yakni Nyoman Cendikiawan.

Dikisahkan Cendikiawan, sejak pandemi Covid-19 melanda seantero jagat, dalam kurun waktu hampir 2 tahun belakangan, usaha yang dirintisnya sepertinya terjun bebas. “Bagaimana tidak, jaangankan tamu (wisatawan, red) lalat saja sepertinya enggan kemari,” ungkapnya, yang ditemui siang itu di bawah rintik hujan.

Pangsa pasar wisatawan Eropa, sebutnya menjadi favorit akomodasi miliknya. Musababnya, akomodasi miliknya memiliki suasana yang betul-betul alami. Diapit dua bukit yang dibelah aliran Tukad (sungai, red) Petanu, betul-betul memberikan suasana yang begitu alami tanpa direkayasa. Rerimbunan pepohonan, suara gemericik Tukad Petanu, gesekan suara bambu menjadi harmonisasi tersendiri. “Apalagi di tengah-tengah tempat saya ini ada ‘klebut’, sumber mata airnya yang menjadi daya tarik tamu yang datang kesini,” kisahnya.

Sambungnya, banyak wisatawan Eropa ke tempatnya untuk menikmati suasana alami, hening jauh dari keramaian dan kebisingan. Bahkan dikatakan tempatnya menurut beberapa tamu Eropa yang sempat menginap ditempatnya, Jungle Huts sangat tepat sebagai “Healing Space” bahkan banyak juga tamu yang menginap sembari Yoga.

Namun akibat pandemi Covid-19 yang melanda, usahanya bisa dikatakan lumpuh total. Akibatnya, banyak karyawan yang merupakan warga setempat dengan sangat terpaksa harus dirumahkan dulu sementara waktu. Padahal mesti diakui dengan berjalannya usaha yang dimiliki, mampu memberikan imbas kepada warga sekitar. “Transport hidup, pedagang hidup, warga bisa bekerja. Pokoknya semua lini bergerak,” katanya menerawang mengingat masa itu.

Lantas ia berharap, dengan mulai diberlakukannya PPKM Level 3 dirinya sudah bisa mulai berbenah, apalagi sertifikat CHSE sebagai syarat pembukaan akomodasi miliknya telah dikantongi. “Seperti halnya pengusaha lainnya kita juga akan terapkan Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, yang tak lain untuk memberikan rasa aman dan nyaman tamu yang berkunjung,” sebutnya.

Ia pun sangat menyambut baik penurunan level PPKM, harapannya ekonomi bisa kembali menggeliat dan bergeliat, apalagi dikatakan ekonomi Bali paling terpukul akibat pandemi Covid-19 lantaran perekonomian Bali selama ini bertopang pada sektor pariwisata. “Bali betul-betul terkontraksi secara ekonomi akibat pandemi Covid-19. Namun kami berharap penurunan level PPKM menjadi secercah harapan melanjutkan usaha kami ke depannya,” imbuhnya.

Apalagi dirinya juga mendengar pemerintah daerah Bali meminta pemerintah pusat untuk segera membuka pariwisata internasional, dirinya berharap agar bisa segera direalisasikan. “Bagaimana juga pariwisata masih jadi andalan kami untuk menggerakkan perekonomian,” tutupnya. (Arief Wibisono)

 

 

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *