Bawa Bahan Peledak 48 Kg, Penumpang Kapal Tujuan NTB Ditangkap di Bali Utara

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
bahan peledak1x
Barang bukti berupa puluhan kilo serbuk putih diduga bahan peledak diamankan Tim Polair Baharkam Polri dari penumpang KM Nadelyn tujuan NTB. (ist)

SINGARAJA | patrolipost.com – Situasi pandemi Covid-19 ternyata tak mengendorkan pengawasan aparat terhadap adanya potensi gangguan keamanan. Buktinya, jajaran Kepolisian berhasil menangkap pelaku yang diduga membawa bahan peledak di wilayah perairan Bali Utara.

Tak tanggung-tanggung, jumlah bahan peledak yang dibawa cukup banyak yakni seberat 48 kilogram. Bahan peledak berupa serbuk putih yang diduga untuk bahan TNT itu hendak dibawa ke wilayah NTB. Namun setiba di Pelabuhan Celukan Bawang, Gerokgak, Buleleng, barang berbahaya itu berhasil diamankan aparat kepolisian.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, peristiwa itu terjadi dua pekan lalu berawal adanya informasi sebuah kapal perintis bernama lambung KM Nadelyn K diduga membawa bahan peledak menuju Nusa Tenggara Barat (NTB). Kapal tersebut bertolak dari pelabuhan Sapeken, Madura-Jawa Timur

dan merapat di Dermaga III Pelabuhan Celukan Bawang pada 11 September 2021 pukul 09.00 Wita.

Di dalam kapal tersebut diantaranya berisi penumpang yang dicurigai membawa barang terlarang berupa bahan peledak. Saat merapat di Dermaga III Pelabuhan Celukan Bawang, anggota polisi dari Tim Polair Baharkam Polri yang dipimpin AKBP Agus Budi bersama 8 anggotanya menggeledah se-isi kapal. Satu persatu barang bawaan penumpang diperiksa.

Hasilnya, dalam dua kardus warna coklat ditemukan serbuk putih terbungkus dalam 49 kantong plastik. Tidak itu saja, pria yang diduga pemilik barang berinisial Alm (39) warga Sapeken, turut diamankan bersama puluhan barang bukti yang diduga bahan peledak terbungkus dalam puluhan plastik. Saat itu juga pelaku diamankan ke Pos Polair Polda Bali di Celukan Bawang untuk dimintai keterangan dan selanjutnya  dibawa ke Polair Benoa Denpasar untuk diproses lebih lanjut.

“Kapal KM Nadelyn merupakan kapal perintis dengan rute dari Pulau Sapeken, Pelabuhan Celukan Bawang selanjutnya ke sejumlah pelabuhan di wilayah NTB. Dan penumpang yang diduga membawa bahan peledak sedang menuju ke NTB, disini (Celukan Bawang) hanya singgah,” ungkap salah satu staf di-otoritas pelabuhan setempat.

Menurutnya, dari pengakuan Alm, bahan peledak itu rencananya akan digunakan untuk membuat bom ikan di tempat tujuannya di NTB. ”Katanya sih digunakan untuk meracik bom ikan, itu pengakuannya,” imbuh dia.

Dikonfirmasi soal ditangkapnya pembawa bahan peledak di Pelabuhan Celukan Bawang, Kapolres Buleleng AKBP Andrian Pramudianto, Senin (27/9)  mengatakan, secara pasti pihaknya tidak mengetahui karena yang melakukan operasi penangkapan adalah Polair Polda Bali. Terlebih penumpang tersebut tidak bertujuan ke Celukan Bawang, namun oleh jajaran Polair dicegat dan dibawa ke Celukan Bawang.

“Tujuannnya buka ke sini (Celukan Bawang) namun  pelaku pembawa bahan peledak bertujuan ke NTB lalu dicegat di sekitar sini kemudian diamankan ke Palabuhan Celukan Bawang,” tandasnya. (625)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *