Kasus Positif Covid-19 Provinsi Bali 85, Denpasar Terbanyak 27 Orang

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
data 26 sep
Sata sebaran pasien Covid-19 Provinsi Bali, Minggu (26/9/2021). (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Angka pasien positif Covid-19 Provinsi Bali secara konsisten terus menurun. Dari 9 kabupaten/kota, hari ini Minggu (26/9/2021) pasien positif harian sebanyak 85 orang. Pasien sembuh 146 orang dan 4 orang meninggal dunia

Penambahan pasien positif terbanyak berasal dari Kota Denpasar (27 orang) disusul Kabupaten Badung (25 orang), Bangli (9 orang), Gianyar (8 orang), Jembrana (6 orang), Tabanan (6 orang), Karangasem (3 orang), dan Buleleng (1 orang). Dengan demikian, hari ini Minggu (26/9/2021) hanya Kabupaten Klungkung nihil pasien positif.

Bacaan Lainnya

Sedangkan pasien meninggal dunia masing-masing berasal dari Badung (2 orang), Gianyar (1 orang) dan Denpasar (1 orang). Dengan adanya penambahan ini, total sebanyak 3.918 orang meninggal dunia akibat Covid-19 di Bali.

Secara kumulatif kasus positif di Provinsi Bali sebanyak 112.249  orang. Pasien sembuh selama pandemi sebanyak 106.582 orang.

Kota Denpasar, ibukota Provinsi Bali sejauh ini masih menjadi penyumbang terbanyak kasus positif, pasien sembuh maupun meninggal dunia, menyusul Kabupaten Badung, Tabanan dan Gianyar. Secara kumulatif kasus positif di Kota Denpasar tercatat 37.328 kasus, angka kesembuhan 35.805 orang (95,92 persen), meninggal dunia sebanyak 970 orang (2,60 persen). Adapun kasus aktif yang masih dalam perawatan sebanyak 553 orang (1,48 persen).

Hari ini, menurut Juru Bicara Satgas  Penanganan Covid-19 Kota Denpasar, I Dewa Gede Rai, pasien sembuh bertambah sebanyak 32 orang. Sementara itu kasus positif bertambah 27 orang dan kasus meninggal dunia bertambah 1 orang.

Menurut Dewa Rai, kendati kasus Covid-19 di Denpasar sudah semakin menurun namun penularan virus Corona masih ditemukan. Oleh sebab itu Ia tetap mengimbau masyarakat agar jangan sampai kendor menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes).

“Kondisi  ini harus menjadi perhatian kita bersama, tidak boleh kendor dalam menerapkan Protokol Kesehatan, karena jika lengah dan abai dengan Prokes tidak menutup kemungkinan kasus Covid-19 sewaktu waktu bisa kembali meningkat. Diperlukan kerjasama berbagai pihak serta seluruh lapisan masyarakat, kita harus terus waspada dan disiplin Prokes, taati aturan saat penerapan PPKM,” ujar Dewa Rai.

Pihaknya mengajak seluruh masyarakat untuk selalu waspada dan tidak lengah atas perkembangan kasus saat ini. Dalam beraktifitas, penerapan Protokol Kesehatan tetap harus wajib dilaksanakan dengan berpedoman pada penerapan PPKM Level 3 Jawa-Bali. Terlebih lagi saat ini adanya mutasi Covid-19 dengan varian baru.

“Jangan mengurangi kewaspadaan, titik-titik lengah kemungkinan menyebabkan tingkat kasus Covid-19 di Denpasar meningkat. Intinya kapanpun dan dimanapun harus tetap waspada dan disiplin menerapkan Protokol Kesehatan, terlebih saat ini virus sudah bermutasi,” imbuhnya.

Lebih lanjut Dewa Rai mengatakan, berbagai upaya terus dilaksanakan guna mendukung upaya penurunan zona risiko, penurunan tingkat penularan, meningkatkan angka kesembuhan pasien dan mencegah kematian. Hal ini dilaksanakan dengan menggelar operasi yustisi Protokol Kesehatan, penyekatan, sosialisasi dan edukasi berkelanjutan secara rutin dengan menggunakan mobil calling atau door to door, serta melaksanakan penyemprotan disinfektan serta eco enzym wilayah secara terpadu.

“Mohon kepada masyarakat untuk  menjalankan Prokes secara ketat, termasuk saat di rumah wajib menerapkan Prokes yang ketat untuk meminimalisir klaster keluarga, termasuk juga kami mengajak masyarakat untuk menyukseskan vaksinasi Covid-19,” ajak Dewa Rai.

“Hindari kerumunan, selalu gunakan masker dan sesering mungkin mencuci tangan setelah melakukan aktivitas, selain itu mari bersama terapkan 3 M (menjaga jarak, menggunakan masker dan mencuci tangan),” kata Dewa Rai. (zar)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *