Waduh! Komplotan Pencuri Ayam di Bangli Ternyata Pelajar dan Mahasiswa

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
pencuri ayam
Para pelaku pencurian ayam saat diamankan di Mapolsek Bangli. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Anggota Unit Reskrim Polsek Bangli menciduk komplotan pencuri ayam aduan di wilayah Kelurahan Cempaga Bangli, Bali. Ada empat orang yang diamankan polisi Kamis (23/9/2021), dua diantaranya tercatat berstatus pelajar dan mahasiswa.

Kapolsek Bangli Kompol I Made Adi Suryawan didampingi Kanit Reskrim Polsek Bangli Iptu AA Gede Ginarta mengatakan, kasus berawal dari pengaduan masyarakat bahwa telah terjadi pencurian ayam jenis ayam aduan. Aksi pencurian terjadi di dua TKP di wilayah Kelurahan Cempaga Bangli. Kasus pencurian terjadi di Banjar Sidembunut Kelurahan Cempaga. Korbannya IB Gede S (44), warga desa setempat.

Bacaan Lainnya

“Kejadiannya pada 18 September lalu, kemudian dilaporkan 19 September. Korban kehilangan dua ekor ayam masing-masing harganya Rp 1,5 juta,” ungkapnya, Jumat (24/9/2021).

Terkait kasus tersebut, petugas melakukan penyelidikan. Dari hasil penyelidikan, petugas berhasil mengamankan terduga pelaku yakni Komang ES (19) dan Kadek AI (16).

“Keduanya merupakan warga Kelurahan Cempaga. Komang ES status mahasiswa dan Kadek AI masih pelajar,” jelasnya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, diakui pula aksi pencurian dilakukan di wilayah Kecamatan Cempaga. Dua ekor ayam juga berhasil dicuri. Untuk kasus ini pelakunya sebanyak tiga orang. Masing-masing Komang ES, Komang AB (16), I Wayan R (16). Komang AB dan Wayan R berasal dari Kelurahan Kawan Bangli dan Desa/Kecamatan Susut.

Kompol Adi Suryawan menyampaikan, ayam hasil curian tersebut belum ada yang dijual. Ayam tersebut dibagi dan dipelihara di rumah masing-masing. Sementara itu, untuk Komang ES ditahan di Mapolsek Bangli, sedangkan tiga orang lainnya berada di rumahnya. Mengingat meraka masih dibawah umur.

“Untuk anak di bawah umur nanti proses diversi,” sambung Iptu Ginarta.

Diungkapkan pula awalnya Komang ES dan Kadek AI hendak mencari durian jatuh di wilayah Sidembunut. Namun dalam perjalanan muncul niatan untuk mencuri ayam. “Kondisinya saat itu keduanya terpengaruhi minuman alkohol,” ujarnya.

Disinggung soal adanya kaitan pencurian ayam di TKP lain, Iptu Ginarta mengatakan masih akan melakukan pengembangan. “Apa ada kaitannya dengan kasus pencurian di TKP lain, masih akan kami dalami,” tegasnya. (750)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *