Hujan Deras, Puluhan Rumah Terendam Banjir

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
puluhan 1111
Puluhan rumah warga di Kusamba kembali terendam banjir, Minggu (12/9). (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Hujan deras dari Sabtu (11/9) sore, hingga Minggu (12/9) dini hari membuat Sungai Candigara di Banjar Pancingan, Desa Kusamba kembali meluap. Air mulai membesar pada pukul 23.00 Wita, dari ketinggian tigapuluh centimeter hingga setinggi satu setengah meter. Banjir terparah terjadi dibantaran Sungai Candigara.

Warga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka, utamanya kendaraan, alat elektronik hingga tempat tidur terendam semua. Sejumlah warga juga mengaku panik dan tidak bisa berbuat banyak saat air mulai membesar, hanya bisa menaikkan kasur ke tembok itupun setelah sempat terendam sebelumnya.

Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta turun bersama BPBD Klungkung, Dinas Sosial, Camat Dawan meninjau rumah terendam pasca banjir di Bantaran Sungai Candigara, Banjar Pancingan, Desa Kusamba, Kecamatan Dawan, Minggu (12/9).

Bupati Suwirta melihat langsung bencana banjir yang menimpa wargnya. Tembok penyengker roboh, kasur basah, motor terendam, alat elektronik serta sembako yang luluh lantak. Tanpa menunggu lama, Bupati Suwirta langsung memberikan bantuan sembako dan kasur. “Untuk bencana fisik yang hancur BPBD akan melakukan inventarisir untuk segera kita tindak lanjuti,” ujar Bupati Suwirta seraya menyerahkan sembako.

Lebih lanjut Bupati Suwirta menungaskan dinas PUPR untuk mengecek sumbatan-sumbatan yang ada dialiran sungai Candi Gara dan mencarikan solusi mengalihkan aliran air agar tidak fokus ke sungai ini. “Mohon tetap waspada, volume air begitu besar tidak bisa menampung di aliran sungai ini padahal sudah dilakukan normalisasi oleh BWS. Masalah sampah tetap menjadi perhatian serius kita. Karena salah satu penyebab banjir itu adalah sampah,” ujar Bupati Suwirta.

Salah satu warga, Nyoman Rambih mengaku langsung mengungsi ke balai banjar. Dirinya mengatakan ditahun ini sudah tiga kali terjadi banjir dan banjir kali ini paling parah.

“Hujannya deras dan besar-besar sekali kayak jatuhan batu, air langsung meluap, saya langsung mengungsi kebalai banjar bersama warga setempat,” ujar Rambih usai menerima sembako. (855)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *