Ibu Hamil Positif Covid-19 Meninggal di RSU Bangli

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
ruang isolasi
Ruang isolasi Covid-Center RSU Bangli. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Angka kasus meninggal dunia akibat terpapar Covid-19 terus bertambah di Bangli. Giliran seorang ibu hamil berusia  24 tahun terkonfirmasi meninggal dalam perawatan di ruang ICU RSU Bangli, Kamis (9/9/2021) pukul 23.50 Wita. Sementara itu pada Jumat (10/9/2021) tim medis melakukan tindakan sectio caesarian atau operasi caesar untuk mengeluarkan bayi dari perut sang ibu asal Kelurahan Kubu, Kecamatan Bangli itu.

Kasubag Hukum, Humas, dan Pemasaran RSU Bangli, Sang Kompyang Arie S Wijaya saat dikonfirmasi terkait kasus ibu hamil positif Covid-19 dan meninggal dalam perawatan, membenarkan hal tersebut.

Bacaan Lainnya

Menurutnya dari jejak rekam medis, pasien ibu hamil tersebut masuk ke UGD RSU Bangli pada 24 Agustus lalu. Ketika itu dalam kondisi bergelaja sesak napas. “Begitu masuk langsung ditangani petugas. Termasuk dilakukan rapid antigen,” ungkapnya, Jumat (10/9/2021).

Hasil rapid antigen positif. Kemudian dilakukan pemeriksaan lanjutan pada 25 Agustus berupa PCR. Dimana hasilnya positif Covid-19. Pasien ibu hamil tersebut selanjutnya menjalani perawatan di ruang isolasi utama Covid-19.

Beberapa hari menjalani perawatan, pasien tersebut kembali menjalani PCR yang kedua pada 3 September. Hasil PCR negatif serta kondisi pasien ralatif membaik.

“Kondisi membaik, pasien dipindahkan ke ruang perawatan Cempaka,” ungkap Sang Kompyang Wijaya.

Selang beberapa hari, tepatnya tanggal 7 September kondisi pasien drop. Bahkan harus ditangani di ruang ICU agar mendapat penanganan intensif.

Lebih lanjut, pada 9 September dilakukan PCR ketiga, dan kali ini hasilnya positif. Menurut Sang Kompyang Wijaya, pasien mengalami sesak memberat dan menggunakan alat bantu pernafasan, dan kesadaran pasien menurun. Petugas melakukan resutisitasi jantung paru, tetapi respon negatif. Akhirnya pasien dinyatakan meninggal.

Sebelum pasien masuk IGD, pasien sudah mengeluhkan deman selama empat hari disertai mual, muntah dan batuk. Sementara usia kehamilan pasien 29-30 minggu atau 7 bulan.

Sang Kompyang Wijaya menyebutkan pada Jumat pagi dilakukan tindakan sectio caesarian atau operasi caesar untuk mengeluarkan bayi dari tubuh sang ibu. Diketahui bayi tersebut berjenis kelamin laki-laki dengan berat 1.600 gram.

Saat ini jenazah ibu dan bayi dititip di ruang jenazah RSU Bangli. “Pihak keluarga masih rembug, saat ini jenazah masih dititip,” ungkapnya. (750)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *