Akibat Pandemi Covid-19, Target Retribusi Parkir Pemkab Bangli Terancam Tidak Tercapai

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
parkir
Suasana parkir di depan Terminal Loka Crana, Bangli. (sam)

BANGLI | patrolipost.com – Pendapatan daerah dari retribusi jasa parkir tahun ini terancam tidak bisa terelisasi. Pamdemi Covid-19 yang dibarengi dengan kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) salah satu penyebab tidak tercapainya target parker.

Kepala Dinas Perhubungan Bangli I Gde Redika menjelaskan, untuk target parkir tahun ini dipasang Rp 442.557.000. Sementara hingga per Agustus pencapaian baru 236.926.000 (59%).

Bacaan Lainnya

”Melihat sisa waktu lagi empat bulan, kami persimis target bisa tercapai,” ujarnya, Jumat (10/9/2021).

Lanjut Kadis asal Desa Batur, Kecamatan Kintamani ini penyebab anjoknya pencapian target parkir karena situasi dan kondisi saat ini. Pandemi Covid-19 yang dibarengi dengan pemberlakukan PPKM sangat berpengaruh terhadap pendapatan. Disebabkan pemberlakukan PPKM beberapa kantong parkir ditutup.

“Bangli sempat masuk zona hitam PPKM, untuk langkah antisipasi beberapa kantong parkir ditutup guna menghindari penumpukan kendaraan,” jelasnya didampingi Kasi Perparkiran, I Nengah Serita.

Dijelaskan, untuk objek parkir adalah pasar. Sementara akibat penerapan PPKM kondisi pasar sangat sepi sehingga berimbas pada pendapatan parkir. Dari tiga pasar yang jadi objek parkir yakni Pasar Kidul, Kayuambua dan Kintamani penyumbang pendapatan parkir terbesar dari Pasar Kidul, Bangli dengan pendapatan Rp 22 juta per bulan.

Sementara untuk besaran retribusi parkir mengacu pada  Perda No 24 Tahun 2011 tentang retribusi pelayanan parkir di tepi jalan umum yakni untuk sepeda motor Rp 1000 dan mobil Rp 2000. ”Memang untuk Perda sudah berlaku cukup lama dan ada rencana melakukan revisi Perda tersebut,” kata I Nengah Serita.

Disinggung untuk taget pendapatan dari parkir tahun 2022, kata I Nengah Serita, target yang dipasang masih tetap seperti tahun ini. Pasalnya, berkaca dari tahun ini saja target terancam tidak tercapai.

“Belum ada jaminan kondisi akan normal seperti dulu, maka besaran target  tahun 2022 sama dengan tahun ini,” sebutnya. (750)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *