Blak-blakan Luhut: Belum Ada Vaksin yang Manjur

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
luhut 22 ccccccc
Koordinator PPKM Jawa-Bali, Jenderal TNI (Purn) Luhut Binsar Panjaitan. (ist)

JAKARTA | patrolipost.com – Koordinator PPKM Jawa Bali, Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan sampai saat ini belum ada vaksin maupun obat Covid-19 yang efektif 100 persen. Sebab itu vaksinasi tetap harus dibarengi dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Indonesia menduduki peringkat 6 dunia berdasarkan jumlah orang yang telah divaksinasi dan total suntikan. Laju vaksinasi harian ditargetkan lebih 2 juta per hari dan cakupan vaksinasi wilayah aglomerasi dan kota-kota besar ditargetkan mencapai 70 persen pada September,” kata Luhut seperti dikutip dari keterangan resmi Kemenko Marves, Jumat (10/9/2021).

Ia pun berkomitmen akan terus mempercepat program vaksinasi Covid-19. Pihaknya memastikan pasokan vaksin untuk mencukupi kebutuhan vaksinasi aman terkendali. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi itu memperkirakan kasus konfirmasi per hari berkisar pada single digit pada 3.000-7.000 kasus akibat belum ada obat dan vaksin yang efektif melawan Covid-19.

Strategi dalam penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia masih dilaksanakan seperti percepatan proses vaksinasi, penerapan protokol kesehatan 3M dan 3T, dan isolasi terpusat. Apalagi dengan adanya apikasi berbasis teknologi digital, yaitu PeduliLindungi yang terintegrasi untuk mengidentifikasi (screening), tracing, dan penegakan protokol kesehatan.

Dia juga mengapresiasi bantuan dari TNI dan Polri dalam penanganan pandemi Covid-19 pada upaya penguatan 3T, yaitu peningkatan tracing dan penguatan isoter. Salah satunya dengan membantu membawa para warga yang positif Covid-19 untuk mendapatkan perawatan dan isolasi di isoter terdekat. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran di tingkat keluarga dan komunitas serta memastikan pasien mendapatkan penanganan yang cepat sehingga tingkat kematian berkurang.

“Daya saing Indonesia, termasuk dalam hal investasi, bergantung pada keberhasilan kita dalam melakukan pengendalian pandemi. Semakin cepat kita berhasil melakukan pengendalian pandemi, maka daya saing dan daya tarik investasi Indonesia akan semakin meningkat,” ujar Luhut.

PPKM yang telah dan sedang dilaksanakan, imbuhnya, mampu menurunkan Indeks Komposit hingga lebih dari 20 persen di provinsi-provinsi Jawa-Bali. Sehingga, tren kasus konfirmasi dan kasus aktif mampu diturunkan dengan cepat dan signifikan.

“Sekarang posisi kita hari ini Indonesia secara umum kasus konfirmasi sudah turun 88,1 persen dari tanggal puncak kasus 15 Juli,” kata Luhut.

Pascapandemi Covid-19, Indonesia akan dihadapkan pada berbagai tantangan perubahan, termasuk geopolitik. Strategi investasi harus didesain untuk mendukung industri yang mampu menjawab tantangan masa depan dan mengubah struktur perekonomian menjadi lebih tahan krisis dan sustainable, di antaranya hilirasi SDA, ekonomi hijau, industri kesehatan, dan pariwisata dan ekonomi kreatif.

Pelaksanaan hilirisasi SDA mendorong terjadinya industrialisasi yang meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, menurunkan tingkat kemiskinan, dan menambah penerimaan pajak pemerintah. Keberhasilan Indonesia untuk menjadi negara maju juga harus didukung oleh perbaikan terus menerus kualitas SDM dan riset, serta perbaikan iklim investasi. “Dengan berbagai modal yang dimiliki, Indonesia dapat berperan lebih strategis dalam tatanan politik global ke depan,” tuturnya. (305/snc)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *