Sejumlah Daerah Mulai Uji Coba PTM Terbatas

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
Siswa-siswi SMKN 1 Banyuwangi menjalani kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka, Senin (23/8). (ist)

SURABAYA | patrolipost.com – Pemprov belum menetapkan jadwal pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM), terutama untuk jenjang SMA/SMK/sederajat di wilayah Jatim. Namun, di sejumlah daerah, uji coba PTM terbatas sudah mulai berlangsung.

Uji coba tersebut bahkan berlangsung di seluruh jenjang. Termasuk jenjang dasar. Namun, pelaksanaannya disesuaikan dengan level pandemi Covid-19 di masing-masing kabupaten/kota.

Di Kabupaten Blitar, uji coba PTM terbatas sudah berlangsung untuk jenjang pendidikan dasar. Sejauh ini, pembelajaran tatap muka berjalan lancar.

”Seluruh sekolah sudah menerapkan SOP. Sarana-prasarana pemenuhan protokol kesehatan (prokes) juga sudah lengkap,” kata Kabid Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Blitar, Kusnawati.

Selama pelaksanaan PTM, dispendik sempat mendapati sebuah sekolah yang salah satu tenaga pendidiknya terkonfirmasi positif Covid-19. Sekolah itu pun batal menggelar PTM.

Di Magetan, PTM terbatas juga sudah berlangsung. Uji coba digelar meski mayoritas peserta didik belum menjalani vaksinasi. Dari 53.261 anak usia 12–18 tahun, baru 1.432 anak yang sudah divaksin. ”Masih banyak pelajar yang belum divaksin,’’ kata Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Magetan Suwata.

Suwata berharap dinkes dapat mengalokasikan dosis vaksin yang diterima dari pusat untuk para pelajar mengingat PTM sudah kembali digelar. ”Data penerima sudah kami himpun. Kalau sudah ada stok vaksin, kami segera berkoordinasi dengan dinkes supaya ada alokasi untuk siswa,’’ tuturnya.

Sementara itu, pelaksanaan PTM di Banyuwangi terbilang sudah ’’merata’’. Jika pekan lalu sejumlah SD dan SMP mulai menggelar PTM, sejak kemarin giliran SMA/ SMK melangsungkan uji coba PTM terbatas.

Pada hari pertama kemarin, ada enam SMA dan SMK yang dinyatakan lolos menggelar PTM. Teknis pelaksanaan antarsekolah berbeda-beda, bergantung kondisi. Ada sekolah yang hanya mengizinkan 50 persen siswanya untuk ikut PTM, ada juga yang hanya 25 persen. Sebab, jumlah siswanya sangat banyak.

”Untuk jenjang SMA/SMK, kami menyebutnya bukan PTM terbatas, tetapi melaksanakan praktikum mapel peminatan bagi SMA dan praktik mapel kejuruan bagi SMK. Waktu pelaksanaan juga hanya empat jam pelajaran dengan waktu per pelajaran maksimal 30 menit,” ujar Kepala Seksi (Kasi) SMA Cabang Dispendik Jatim Wilayah Banyuwangi Mohammad Arief Ainurrozie.

Sekolah yang mulai melaksanakan PTM adalah yang memenuhi persyaratan dan dianggap siap membuka pembelajaran. Mulai izin gugus tugas hingga izin dari pengawas sekolah yang berkaitan dengan sarana dan kelengkapan sekolah seperti vaksinasi guru dan siswa. (305/jpc)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *