Pernah Tusuk Ulu Hati, Pemuda asal Undisan Kini Tewas Gantung Diri

Petugas melakukan olah TKP kasus gantung diri di Banjar Sekaan Desa Undisan Kecamatan Tembuku Bangli, Kamis (19/8/2021). (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Pemuda asal Banjar Sekaan Desa Undisan Kecamatan Tembuku Bangli, I Ketut Edi Suyasa (27) ditemukan meninggal gantung diri di rumahnya, Kamis (19/8/2021). Beberapa bulan lalu korban pernah melakukan percobaan bunuh diri dengan menusukkan pisau ke hulu hatinya, namun nyawanya berhasil diselamatkan saat itu.

Dari informasi yang berhasil dihimpun, korban  gantung diri menggunakan selendang. Pemuda yang sempat berkerja di luar negeri tepatnya di Negara Jepang  tersebut gantung diri di gudang rumahnya.

Bacaan Lainnya

Kanit Reskrim Polsek Tembuku Ipda I Made Sucahya saat dikonfirmasi mengatakan, Ketut Edi Suyasa  pertama kali ditemukan dalam posisi gantung diri oleh kerabatnya  Komang Agus Prendi Pranata.  Awalnya Komang Agus bermaksud meminjam cangkul di rumah Edi Suyasa. Saat dipanggil-panggil, tidak ada yang menyahut. Kemudian Komang Agus mencari ke gudang dan didapati Edi Suyasa sudah gantung diri.

“Begitu melihat  korban gantung diri, saksi spontan mengambil sabit yang ada di sekitar TPK. Saksi  selanjutnya memotong selendang yang menjerat leher korban,” jelas Made Sucahya.

Kata Ipda Sucahya, korban berhasil diturunkan dan diletakan di lantai. Saksi lantas memberitahukan kejadian tersebut kepada warga dan selanjutnya melaporkan ke pihak berwajib. Sementara itu, petugas langsung mendatangi TKP.

“Petugas melakukan olah TKP. Dilakukan pula pemeriksaan oleh petugas medis dari Puskesmas,” jelasnya.

Kata Ipda Sucahya, dari hasil pemeriksaan medis ditemukan luka bekas jeratan pada leher dan dari anus keluar kotoran. ”Tidak ditemukan tanda- tanda kekerasan fisik,” ujar Made Sucahya, seraya menambahkan pihak keluarga menerima kematian korban dan menganggap sebagai musibah, dan menolak untuk dilakukan otopsi.

Ipda Sucahya mengungkapkan dari jejak rekam,  pada 9 Juni lalu korban Edi Suyasa sempat melakukan percobaan bunuh diri dengan menusuk dada menggunakan pisau.

“Korban sempat kerja di Jepang, kemudian pulang karena sakit. Pada 9 Juni lalu sempat melakukan percobaan bunuh diri diduga karena depresi,” ujar Ipda Made Sucahya. (750)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.