Ansy Lema dan BPTP NTT Dukung Diseminasi dan Hilirisasi Inovasi Teknologi Pertanian

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema. (ist)

JAKARTA | patrolipost.com – Anggota DPR RI Komisi IV Fraksi PDI Perjuangan Yohanis Fransiskus Lema, SIP MSi  bersama Badan Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Provinsi Nusa Tenggara Timur mendukung penyebarluasan (diseminasi) dan upaya mendekatkan (hilirisasi) inovasi hasil penelitian dan pengkajian bidang pertanian kepada para petani dan peternak di NTT.

Diharapkan melalui diseminasi dan hilirisasi tersebut, para petani dan peternak di NTT dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani yang bermuara pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani dan peternak.

Bacaan Lainnya

“Saya dan BPTP NTT bersepakat mendukung penyebarluasan dan mendekatkan berbagai hasil inovasi penelitian bidang pertanian. Inovasi pertanian sangat penting untuk meningkatkan produktivitas pangan para petani dan peternak di NTT. Apalagi saat ini, peningkatan produksi dengan cara ekstensifikasi (perluasan) lahan sulit diterapkan karena konversi lahan pertanian produktif ke non pertanian semakin luas,” ujar politisi muda yang akrab dipanggil Ansy Lema, setelah menggelar diskusi virtual bersama BPTP NTT, Selasa (27/7/2021).

Ansy mengaku, sejak ditugaskan Fraksi PDI Perjuangan di Komisi IV, ia selalu mendesak Kementerian Pertanian (Kementan) terutama Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balibangtan) untuk memacu inovasi penelitian dan pengkajian pertanian berbasis riset ilmiah, serta mengalokasikan dana untuk mendukung kemajuan iklim riset pertanian di Tanah Air.

Diskusi bersama BPTP NTT merupakan inisiatif Ansy Lema untuk terus mendukung inovasi pertanian, serentak mendapatkan masukan dari para peneliti pertanian mengenai pengembangan pertanian dan peternakan di NTT.

“Melalui diskusi ini, saya ingin mendengarkan masukan dan paparan hasil riset dan inovasi dari BPTP NTT agar disampaikan kepada Balitbangtan Kementan dalam rapat di Senayan. Hasil inovasi pertanian tersebut harus disebarkan dan didekatkan kepada petani dan peternak, sehingga meninggalkan pola pertanian dan peternakan yang sangat tradisional,” lanjut Ansy.

Sebagai wujud konkret dukungan terhadap inovasi pertanian serta penyebarannya, tahun 2021 ini, Ansy bekerja sama dengan Balitbangtan Kementan memberikan bantuan sebesar Rp. 1.000.000.000 untuk pengembangan inovasi benih unggul. Namun sebelum memberikan bantuan, terlebih dahulu ia berdiskusi dengan para peneliti dari BPTP NTT untuk mendapat masukan mengenai jenis inovasi benih unggul yang mencerminkan karakter lokal dan menjawab kebutuhan NTT saat ini.

“Setelah berdiskusi dengan BPTP NTT, saya memutuskan untuk fokus pada pengembangan dan penyebarluasan tiga benih hasil inovasi, yakni jenis Jagung Lamuru Label Ungu di Kabupaten Malaka, jenis Padi Inpari Nutri Zinc di Kabupaten Sumba Barat Daya, dan Bawang Putih di Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS),” papar Ansy.

Ansy mencontohkan, ia memilih jenis padi Inpari Nutri Zinc karena merupakan hasil inovasi pertanian untuk memerangi gizi buruk (stunting). Kandungan Zinc dalam  padi meningkatkan daya tahan dan kesehatan tubuh melawan serangan stunting. Saat ini, NTT menempati angka prevalensi stunting tertinggi secara nasional, karena itu padi Inpari Nutri Zinc sangat cocok menjawab permasalahan NTT saat ini.

“Itulah alasan saya mendukung diseminasi padi Inpari Nutri Zinc kepada empat kelompok tani (luas lahan 25 hektar) di Kabupaten Sumba Barat Daya. Saya berharap, melalui penyebarluasan benih padi ini, para petani di NTT semakin mudah mendapat benih padi unggul untuk meningkatkan produktivitas pangan sekaligus memerangi stunting,” kata Ansy.

Peneliti BPTP NTT, Dr Evert Hosang menginformasikan bahwa para petani penerima bantuan benih Ansy Lema-Balibangtan di tiga kabupaten telah menanam benih bawang putih, padi dan jagung dengan menerapkan standar perbenihan. BPTP juga telah melakukan padat karya bimbingan teknis (bimtek) kepada petani, pengadaan pupuk, pendampingan teknologi benih dan membuat lahan percontohan. (pp04)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *