Bali Siapkan Mesin Produksi Oksigen untuk Penuhi Kebutuhan Rumah Sakit

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
Gubernur Bali, Wayan Koster. (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Dalam memenuhi situasi krisis oksigen, Bali diberikan fasilitas sarana produksi O2 dengan satu unit mesin generator. Selain itu juga ada penambahan pengiriman tabung oksigen ke Bali.

Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, ketersediaan tabung oksigen di seluruh kabupaten/kota se Bali sudah aman. Hal itu ditegaskan Koster menjawab kabar terkait krisis oksigen di Provinsi Bali sejalan dengan lonjakan angka harian Covid-19.

Bacaan Lainnya

Meski di sisi lain, Koster mengakui, terjadi situasi yang butuh kecepatan terkait ketersediaan oksigen terutama bagi pasien Covid-19 tingkat sedang dan berat.

“Sampai saat ini kebutuhan oksigen di Bali selalu dapat dipenuhi tepat waktu,” jelas Gubernur Koster di Denpasar, Senin (26/7/2021).

Kecepatan dalam penyediaan stok oksigen, kata Koster, sering terjadi dalam waktu yang sangat singkat sebelum kebagian stok. Namun, sampai saat ini kebutuhan di RS bisa terpenuhi. Sehingga, tidak menimbulkan risiko terhadap pasien yang dirawat di RS.

Koster menambahkan, di bulan Agustus Bali juga akan menerima bantuan generator dari pihak ketiga untuk memproduksi oksigen.

“Kejadian pandemi ini membuat kita belajar untuk bisa memproduksi sendiri dan tidak tergantung pada pihak luar,” jelasnya.

Sampai saat ini, bed occupancy rate (BOR) rumah sakit di Bali masih berada di angka 75 persen. Sedangkan untuk pasien rawat ICU keterisiannya di angka 70 persen.

“Kita sudah mengantisipasi kebutuhan tempat tidur, baik dengan menambah fasilitas di RS Bali Mandara, Sanglah, Udayana dan beberapa RSUD lain. Jadi BOR ini masih bisa kita kelola,” ujar Koster.

Sementara, jumlah terkonfirmasi positif Covid-19 di Bali pada Senin, 26 Juli 2021 tercatat 1.078 orang. Jumlah itu terdiri dari 844 orang melalui transmisi lokal, 225 pelaku perjalanan dalam negeri (PPDN) dan 9 pelaku perjalanan luar negeri (PPLN). Angka kesembuhan sebanyak 802 orang dan 26 pasien meninggal dunia.

Secara kumulatif total angka terkonfirmasi sebanyak 69.789 orang, sembuh 57.640 orang (82,59%), dan meninggal dunia 1.983 orang (2,84%). Kasus aktif per Senin, 26 Juli 2021 menjadi 10.166 orang (14,57%). (pp03)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *