Geger! Mayat I Nyoman Liang Terbujur di Sawah

Jasad I Nyoman Liang ditemukan terbujur kaku ditegalan sawah warga. (ist)

SEMARAPURA | patrolipost.com – Masyarakat Banjarangkan Klungkung geger! I Nyoman Liang (45), warga asal Susut, Bangli ditemukan terbujur kaku di sawah Br Beneng Desa Getakan, Kecamatan Banjarangkan Klungkung dalam kondisi tidak bernyawa, Rabu (21/7/2021) sekira pukul 18.30 Wita.

Kapolsek Banjarangkan, AKP Nico Ruing saat dikonfirmasi, Kamis (22/7) membenarkan adanya temuan mayat bernama I Nyoman Liang dalam kondisi terbujur kaku.

Korban yang diketahui sesuai alamat dalam KTP bernama I Nyoman Liang asal Susut Bangli pada Rabu (21/7/2021) pukul 18.30 Wita.

“Korban diduga meninggal keracunan Pestisida saat berada di Sawah Banjar Beneng, Getakan, Banjarangkan, Klungkung. Adapun saksi yang mengetahui temuan mayat tersebut I Nengah Suatra (43) Br Anjingan Desa Getakan, Banjarangkan, Klungkung,” ujar AKP Nico Ruing.

Menurut saksi, awal mula temuan mayat tersebut , dimana saat saksi I Nengah Suatra mau pulang ke rumah dari sawah. Setelah dekat sawah yang dikontrak oleh korban melihat baju di tengah sawah yang dikira baju dijemur. Ketika saksi sampai di pinggir jalan melihat motor korban I Nyoman Liang masih ada. Karena curiga saksi kembali ke sawah dan melihat korban I Nyoman Liang tergeletak terbujur kaku di tengah sawah.

Kemudian saksi memanggil korban namun tidak ada respon. karena takut saksi langsung memanggil Bhabinkamtibmas Ni Wayan Murniasih untuk bersama sama mengecek ke sawah. Setelah memastikan korban I Nyoman Liang alias Nyoman Bangli tidak bergerak dalam kondisi meninggal dunia.

Kemudian Bhabinkamtibmas melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjarangkan. Mayat korban kemudian dievakuasi ke UGD RSU Klungkung untuk dilakukan otopsi.

Humas RSU Klungkung, Gusti Putu Widiyasa menyatakan sesuai dengan penjelasan keluarga korban diketahui mengidap sakit tekanan darah tinggi dan juga sering menjalani cuci darah.

“Saat dibawa ke UGD RSU Klungkung korban sudah dalam kondisi meninggal dunia dan menurut keluarganya korban sering menjalani cuci darah dan mengidap tekanan darah tinggi,” turutnya. (855)

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.