Dirut RSUP Sanglah: Persediaan Oksigen Aman, BOR Isolasi 79,4 Persen

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
Direktur Utama RSUP Sanglah dr I Wayan Sudana MKes. (yani)

DENPASAR | patrolipost.com – Sebagai rumah sakit rujukan pasien Covid-19, perkembangan perawatan pasien di Rumah Sakit Umum Pusat Sanglah (RSUP) Sanglah rata-rata tingkat hunian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) mencapai 79,4 persen. Sedangkan untuk ketersedian oksigen sebanyak 8 ton perhari dinyatakan aman.

Direktur Utama RSUP Sanglah dr I Wayan Sudana MKes memaparkan bahwa untuk situasi pasien Covid-19 di RSUP Sanglah per  Rabu (21/7/2021) memiliki 223 tempat tidur yang terdiri dari 123 tempat tidur isolasi ICU dihuni sebanyak 106 pasien (86,2 persen) dan sebanyak 100 tempat tidur isolasi non ICU yang sudah ditempati 71 pasien (71 persen).

Bacaan Lainnya

“Totalnya 223 tempat tidur isolasi ICU maupun non ICU jika dirata-ratakan tingkat huniannya dihuni oleh 177 pasien sehingga persentasenya menjadi 79,4 persen,” kata Sudana.

Terkait dengan ketersediaan APD hingga obat-obatan di RSUP Sanglah, Sudana menerangkan telah menyiapkan ketersediaan ataupun stok rata-rata untuk 1-3 bulan ke depan.

“Tentunya itu sudah kita rencanakan, jadi tiap hari kita lakukan pengecekan ketersediaan ataupun stok rata-rata untuk 1-3 bulan ke depan. Sehingga itu selalu bergulir dan tentunya tidak ada masalah untuk APD dan obat-obatan,” jelasnya.

Lebih lanjut, pihaknya mengungkapkan ketersediaan oksigen di RSUP Sanglah aman. Hal ini lantaran RSUP Sanglah secara rutin dan teratur mendapat supply oksigen dari Satgas Covid-19 Provinsi Bali.

“Kita rutin ya karena sudah diatur supply-nya oleh Satgas Covid-19 Provinsi Bali. Tentunya ini kita teratur mendapatkannya. Jadi setiap hari kebutuhan kita rata-rata kurang lebih 8 ton dan supply yang kita dapat untuk  oksigen kurang lebih 9 ton dan tentunya diisi, sehingga tidak ada masalah,” terang Sudana.

Sementara itu, rata-rata kendaraan truk tangki membawa oksigen liquid ke beberapa rumah sakit di wilayah Bali dengan berat sekitar 10 sampai 15 ton.

“Memang dibagi-bagi dan truk tangki oksigen liquid tidak saja untuk satu rumah sakit. Kendaraan truk tangki itu keliling dari rumah sakit yang satu ke yang lainnya. Karena rumah sakit merupakan hilirnya dari semua kasus Covid-19 tentu yang menerima yang sudah sakit. Tentunya yang sudah sakit mesti kita rawat di rumah sakit,” tuturnya.

Sudana juga mengimbau agar semua masyarakat tertib dan disiplin untuk mengikuti Protokol Kesehatan.

“Yang paling penting adalah  gunakanlah masker di setiap kesempatan. Kemudian tentunya jangan lupa kalau harus keluar rumah dan bertemu dengan banyak orang, ingat jaga jarak. Demikian juga setiap aktivitas yang akan dilakukan didahului oleh mencuci tangan menggunakan air yang bersih dan menggunakan sabun,” imbuhnya.

Selain itu, pihaknya mengingatkan masyarakat yang belum melaksanakan vaksinasi untuk mendatangi  tempat-tempat yang melakukan vaksinasi.

“Jangan lupa yang belum divaksin datangi tempat-tempat yang melaksanakan vaksinasi, minta dilakukan vaksinasi karena itu tentunya memberikan manfaat untuk melindungi diri kita, melindungi keluarga kita, dan kita lindungi di sekitar kita sehingga semuanya terlindungi,” pungkasnya. (cr02)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *