Anggota DPRD Diperas, Telepon Video Seks dengan Wanita Cantik Telanjang

Gambar Gravatar
  • Whatsapp
Seorang anggota Fraksi PPP DPRD Kabupaten Jember, Jawa Timur, Ahmad Faisol jadi korban pemerasan wanita cantik yang melakukan telepon video seks. (Ilustrasi/net)

SURABAYA | patrolipost.com – Aksi pemerasan oleh wanita cantik menimpa anggota Fraksi PPP DPRD Kabupaten Jember, Ahmad Faisol. Pemerasan ini berawal dari kejadian telepon video seks yang diterima korban dari seorang wanita cantik.

Telepon video seks tersebut, diterima korban dan terlihat lawan bicaranya seorang wanita cantik yang sedang telanjang. Telepon video seks tersebut dilakukan pelaku, melalui media sosial Facebook.

Setelah kejadian tersebut, ternyata pelaku merekam telepon video seksnya dengan korban, dan digunakan untuk memeras korban. Pelaku meminta uang kepada korban, dengan ancaman akan menyebarkan rekaman telepon video seks tersebut.

Korban sendiri saat kejadian mengaku tidak mengetahui adanya telepon video seks tersebut. Dia mengaku menerima telepon yang tidak dikenal, dan dikiranya dari konstituennya yang akan menyampaikan pengaduan.

Ketua DPC PPP Kabupaten jember, Madini Faruq membenarkan kejadian pemerasan terhadap salah satu kader partainya tersebut. “Anggota Fraksi PPP menjadi korban pemerasan ketika melakukan kunjungan kerja ke Bali,” tuturnya, Minggu (20/6/2021).

Menurut informasi yang diterimanya, pelaku tiba-tiba telanjang bulat. Setelah itu telepon video call dimatikan, dan pelaku meminta uang Rp2 juta kepada korban, dengan dalih telah dilayani permintaan telepon video seks.

Akibat terus ditagih dan diancam, akhirnya Ahmad Faisol membayar uang Rp1 juta kepada pelaku. Uang ditransfer ke rekening yang diberikan pelaku kepada korban. Namun, karena terus ditagih untuk membayar uang sisanya, akhirnya korban melaporkan kejadian ini ke polisi di Denpasar, Bali.

“Setelah melapor ke polisi, ternyata kasus semacam ini tidak hanya di alami Ahmad Faisol. Namun beberapa pejabat baik di Jember maupun di luar kota juga bernasib sama. Ini pelajaran bagi siapapun untuk tidak menerima telepon video dari orang yang belum dikenal,” tegas Madini Faruq. (305/snc)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *