Seribu Lebih Warga di Kabupaten Bangli Tertunda Terima Vaksin

  • Whatsapp
Pelaksanaan Gertak Vaksinasi Covid-19 Bangli green zone di wilayah Kelurahan Kubu, Bangli, Provinsi Bali. (ist)

BANGLI | patrolipost.com – Dari sebanyak 21.091 warga yang menjadi sasaran program Gerakan Serentak (Gertak) Vaksinasi Pemkab Bangli, sejumlah 1.248 tertunda pelaksanaanya. Pasalnya, para penerima vaksin tidak lolos saat proses screening.

Dalam mencegah penyebaran Covid-19, Pemkab Bangli sebelumnya melaksanakan Gerakan Serentak (Gertak) Vaksinasi Covid-19 Bangli green zone (zona hijau). Gertak Vaksin menyasar 7 desa/kelurahan di Kabupaten Bangli yang memiliki objek wisata.

Bacaan Lainnya

“Untuk melayani masyarakat, setidaknya ada 20 pos yang dibuka. Kemudian  beberapa Puskesmas ditunjuk sebagai koordinator pelaksanaan vaksin,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Bangli, dr I Nengah Nadi, Jumat (15/5/2021).

Berdasarkan pendataan ada 21.091 orang yang menjadi target penerima vaksin. Namun dalam tahapan  screening ada warga yang dinyatakan tidak lolos. Sehingga pemberian vaksin ditunda. Menurut dr Nengah Nadi ada beberapa penyebab penundaan pemberian vaksin, seperti calon penerima dalam kondisi sakit, ada pula tekanan  darah melampaui batas.

“Bagi mereka yang tertunda pemberian vaksin tetap dijadwalkan kembali untuk dilakukan vaksinasi,” sebutnya.

Warga yang tertunda  pemberian vaksin, nantinya akan dilayani di Puskesmas terdekat. Layanan  dilakukan di Puskesmas yang sebelumnya ditunjuk untuk koordinator. Berdasarkan data akumulatif vaksinasi sudah terlaksana calon penerima vaksin yang teregistrasi sebanyak 14.042 orang. Sedangkan vaksinasi sebanyak 12.794 orang dan yang tertunda sebanyak 1.248 orang.

Disinggung soal vaksin yang belum dimanfaatkan, dr Nengah Nadi mengatakan vaksin disimpan di Puskesmas untuk melayani masyarakat yang sempat tertunda. Kemudian pihaknya masih menunggu perintah atasan.

“Vaksin yang ada dapat digunakan untuk melayani lansia maupun pedagang pasar. Tentu kami masih menunggu petunjuk lebih lanjut,” kata Kadis asal Karangasem ini.  (750)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *