Nurjaya Mahartha: Sejak Pandemi Covid-19, Travel Agent ‘Hidup’ dari Wisatawan Domestik

  • Whatsapp
Ketua DEPETA (Dewan Pengawas Tata Krama) DPD Asita Bali, I Komang Nurjaya Mahartha SS. (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Pandemi Covid-19 yang sudah berlangsung setahun lebih sangat memukul travel agent di Provinsi Bali. Dari 403 anggota Asita Bali, hanya 10 persen sekarang yang aktif, itu pun sifatnya buka-tutup.

Itulah sebabnya, Asita Bali sangat mendukung apapun keputusan pemerintah, terutama terkait rencana dibukanya border wisatawan internasional ke Bali pada Juli 2021 mendatang. Sebab, denga dibukanya border wisatawan internasional memberi harapan kepada usaha trevel untuk terus bertahan setelah sekian lama berpenghasilan pas-pasan. Selama pandemi Covid-19  travel agent di Bali hanya mengandalkan kunjungan wisatawan domestik (wisdom).

Bacaan Lainnya

“Kami sangat mendukung, berarti itulah yang terbaik. Memang kita di bidang travel agent sangat mengharapkan agar border ini dibuka meskipun kita tahu tamu-tamu luar negeri tidak akan langsung bisa datang, tapi paling tidak dengan dibukanya border ini akan memicu keinginan mereka untuk datang ke Bali,” kata Ketua DEPETA (Dewan Pengawas Tata Krama) DPD Asita Bali, I Komang Nurjaya Mahartha SS, Kamis (13/5/2021).

Sebagai usaha travel agent, beberapa pertanyaan terkait apakah ada tamu luar negeri yang menyampaikan kerinduannya berlibur ke Bali, atau justru sudah melakukan booking ketika mendengar border akan dibuka pada Juli nanti? Nurjaya menjawab, hal itu sudah terjadi sejak tahun lalu. Hanya saja, pihaknya tidak bisa memberikan kepastian kepada tamu-tamu tersebut.

“Sejak September tahun lalu sudah banyak request dari tamu luar negeri. Tapi nyatanya batal. Kali ini (Juli) kami belum berani mengakomodir karena belum ada kepastian. Jika sudah pasti dibuka barulah kami informasikan kepada tamu,” tutur Nurjaya.

Nurjaya menjelaskan, saat ini yang dapat diandalkan adalah kunjungan wisatawan domestik (wisdom). Wisdom menjadi primadona yang juga bisa membangkitkan pariwisata di era pandemi. Mengingat  saat tragedi bom Bali 1 dan 2 silam, yang membangkitkan pariwisata Bali adalah wisdom. Terutama saat memasuki weekend, akan selalu ada wisdom yang datang untuk berlibur ke Bali.

“Sedangkan kalau wisatawan luar negeri, jika travel bubble masih diaktifkan, meskipun kita di sini sudah buka tentu kita tidak bisa mendapatkan wisatawan langsung dari luar negeri. Apalagi sekarang wisatawan luar negeri ketika datang ke Bali harus menjalani PCR dan sudah divaksin untuk keamanan,” ungkapnya.

Saat ini Bali telah menetapkan green zone yaitu Nusa Dua, Sanur dan Ubud. Sehingga, ketika wisatawan luar negeri tiba di Bali hanya kawasan itu yang bisa dikunjungi untuk sementara.

“Atau wisatawan akan tetap stay dulu di hotel-hotel yang menjadi partnership program pemerintah karena setiap hotel itu telah menerapkan protokol CHSE,” terangnya.

Owner PT Bali Flamboyan Tour ini menjelaskan, meski tidak 100 persen memulihkan situasi ekonomi yang terpuruk, namun dibukanya kran internasional ini dapat menggeliatkan kondisi perekonomian di Bali saat ini.

Adapun beberapa program yang diselenggarakan guna membangkitkan pariwisata Bali, di antaranya Bali Cycling Marathon dalam beberapa seri sejak April hingga Oktober mendatang.

“Berikutnya kami rencanakan event lain, seperti Golf Marathon. Syukurlah semua berjalan lancar dan aman, tidak ada klaster baru sehingga disupport oleh pemerintah guna membangkitkan pariwisata kita,” jelasnya.

Disinggung soal kondisi anggota Asita Bali saat pandemi ini, Nurjaya mengaku prihatin. Dimana dari anggota yang berjumlah 403 orang, hanya 10 persen yang memiliki Nomor Induk Anggota (NIA). Tentunya anggota yang masih beroperasional dan itu pun dengan menerapkan sistem buka tutup.

“Memprihatinkan sekali, malahan saya lihat langsung dari teman-teman sampai ada yang menjual asetnya untuk memenuhi kebutuhan mereka. Banyak yang merasa jenuh, tapi mau tak mau kita harus ikuti, kita yakin ke depan pariwisata Bali akan kembali bangkit,” pungkas pria yang juga menjabat Kelian Banjar ini. (cr02)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *