Pengawas ATM Gasak Uang Nasabah di ATM BRI Sebesar Rp 530 Juta

  • Whatsapp
Pelaku memperlihatkan cara kerjanya mengambil uang di ATM kepada Kapolresta Denpasar Kombes Jansen A Panjaitan. (ist)

DENPASAR | patrolipost.com – Seorang mantan pengawas ATM, Rahadian Pratama (34) yang melakukan penggelapan dalam jabatan ditangkap anggota Unit Reskrim Polsek KP3 Udara Bandara Ngurah Rai. Modusnya, ia mengganjal uang di salah satu mesin ATM BRI di Bandara Ngurah Rai. Akibatnya, nasabah mengalami kerugian Rp 530 juta.

Kapolresta Denpasar Kombes Pol Jansen Avitus Panjaitan di Mapolresta Denpasar, Senin (10/5/2021) menjelaskan, modus pelaku adalah saat ditugaskan melakuan pengisian uang ATM, justru mengganjal sensor uang keluar di dalam ATM dengan gunakan botol air mineral dan kaleng pringles.

Bacaan Lainnya

“Pelaku melakukan pengawasan ATM, tapi dia justru melakukan penggelapan dalam jabatan dengan mengganjal dana nasabah saat hendak menarik uang di ATM Bandara. Sehingga uang nasabah tersangkut. Dan pelaku menggambilnya,” ungkap Kapolresta.

Pelaku mengaku melancarkan aksinya hanya di satu TKP di ATM Bandara Ngurah Rai dengan jumlah 5 kali menggasak uang nasabah sejak Juli 2020 hingga Desember 2020. “Uang hasil penggelapan di ATM digunakan pelaku untuk foya-foya, sehingga uang milik Bank BUMN mengalami kerugian besar. Pelaku ini mantan pegawai PT SSI yang dipercayakan bekerja di sana selama  5 tahun,” katanya.

Modus operandi pelaku sengaja membuat ATM bermasalah dengan merusak sensor ATM. Sehingga perusahaan tempatnya bekerja, memerintahkan pelaku untuk melakukan pengecekan dan tersangka meminta kode kunci berangkas.

“Setelah itu, pelaku dengan lihai menggasak uang di brankas dan mengganjalnya dengan botol air mineral pada sensor uang di dalam kaset ATM yang seolah-olah uang masih banyak terisi  di mesin,” terang mantan Wakapolres Badung ini.

Kanit Reskrim Polsek KP3 Udara Bandara Ngurah Rai, Iptu AA Made Suantara SH MH menambahkan, barang bukti yang berhasil diamankan sebagian perlengkapan untuk usaha angkringan. Sebab, uang hasil kejahatan sebanyak itu telah habis terpakai.

“Uangnya sudah habis dipakai semua. Dia ada buka usaha beberapa tempat angkringan tetapi bangkrut semua. Ada beberapa peralatan yang dibeli dari uang itu sudah kita amankan,” tuturnya. (007)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *