Manuver di Tengah Isu Reshuffle, Nadiem Temui Mega

  • Whatsapp
Nadiem Makarim unggah foto bareng dengan Ketum PDIP Megawati. (ist)

JAKARTA | patrolipost.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dikabarkan akan melantik Nadiem Makarim sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan serta Riset dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) hari ini. Kabar ini sekaligus menjadi counter atas isu reshuffle Nadiem dari Mendikbud.

Sebelum kabar Nadiem akan dilantik menjadi Mendikbud-Ristek, yang bersangkutan dinilai bermanuver mencari suaka alias perlindungan politik. Penilaian itu muncul tak lain lantaran kegiatan Nadiem menemui Ketum PDIP Megawati Soekarnoputi dan meminta maaf langsung ke Nahdlatul Ulama (NU).

Nadiem memang menemui Megawati saat isu reshuffle Kabinet Indonesia Maju sedang santer-santernya. Meskipun, menurut pengakuan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, dalam pertemuan itu disebut tidak ada pembahasan perihal reshuffle.

Kegiatan menemui Megawati dinilai sebagai salah satu upaya Nadiem Makarim mendapatkan suaka politik. Diyakini ada ‘sesuatu’ di balik pertemuan Nadiem dengan Megawati.

“Dugaan Nadiem mencari suaka politik cukup menguat dengan menghadap Ketum PDIP. Setidaknya itu bisa diukur dari respons publik dan komentar di media sosial,” kata Direktur Parameter Politik Adi Prayitno kepada wartawan, Rabu (21/4/2021).

“Tak mungkin ada asap kalau tak ada api. Nadiem menghadap Megawati tak lahir dari ruang hampa, tapi terjadi di tengah derasnya kritik publik yang mengarah pada dirinya, yang diberi rapor merah sama publik,” imbuh Adi.

Sehari setelah menemui Megawati, Nadiem Makarim mengunjungi kantor PBNU. Mantan CEO GoJek itu bertemu langsung dengan Ketum PBNU Said Aqil Siroj dan juga putri Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, Yenny Wahid.

Tujuan utamanya, Nadiem ingin meminta maaf atas kisruh yang timbul akibat kamus sejarah yang disusun Kemendikbud. Di mana, dalam kamus sejarah itu tidak ada paparan mengenai jasa pendiri NU KH Hasyim Asy’ari dan Gus Dur.

Nadiem Temui Said Aqil-Yenny Wahid, Minta Maaf Kontroversi Kamus Sejarah
Kegiatan Nadiem ini juga dinilai sebagai manuver Nadiem mencari suaka politik, jika, tidak diikuti dengan evaluasi.

“Jika klarifikasi dan permintaan maaf Nadiem Makarim ke PBNU tidak dilanjutkan dengan evaluasi total seluruh dokumen sejarah yang telah diterbitkan negara, dan meluruskannya dengan menggandeng pihak yang berkompeten, termasuk PBNU, maka bagi saya, kehadiran Nadiem Makarim ke PBNU hanyalah sekadar upaya mencari suaka politik agar tidak dicopot oleh Presiden Jokowi,” kata elite PKB Luqman Hakim, Kamis (22/4).

Seperti diketahui, Presiden Jokowi dikabarkan akan melantik Nadiem sebagai Mendikbud-Ristek serta Bahlil Lahadalia selaku Menteri Investasi hari ini. Selain itu, Jokowi dikabarkan akan melantik Laksana Tri Handoko menjadi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Indriyanto Seno Adji menjadi anggota Dewan Pengawas (Dewas) KPK. (305/dtc)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *