Ratusan Pohon Bonsai ‘Unjuk Gigi’ di Alun-alun Gianyar

  • Whatsapp
Bupati Gianyar, Made Mahayastra mendesain tata letak pameran Bonsai Gianyar agar tetap mematuhi protokol kesehatan di Alun-alun Gianyar. (kominfo/ist)

GIANYAR | patrolipost.com – Para peserta pameran bonsai berkelas nasional telah mendatangi Alun-alun Gianyar, Kamis (22/4/2021). Dimana hari ini hingga besok merupakan jadwal pendaftaran peserta pameran. Diprediksi, akan ada 700-800an pohon bonsai dan mame yang akan unjuk gigi dalam pameran yang diselenggarakan Perkumpulan Pecinta Bonsai Indonesia (PPBI) Gianyar bersama Pemkab Gianyar.

Pantauan di lapangan, ada hal menarik dalam pameran kali ini. Dimana pengaturan meja atau desain penataan pohon yang dipamerkan ini, berbeda dari pameran sebelum-sebelumnya. Jika sebelumnya lokasi pameran hanya menggunakan seperempat dari total luas lapangan atau Alun-alun Gianyar. Kali ini, pameran ini hampir menggunakan semua area.

“Ini desainnya dibuat langsung oleh Bapak Bupati Gianyar, Made Mahayastra,” ujar Penasehat PPBI Gianyar, I Wayan Arthana.

Kata Arthana, desain pameran yang menggunakan hampir semua areal Alun-alun Gianyar ini, bertujuan supaya masyarakat tetap bisa menerapkan social distancing atau jaga jarak saat menikmati keindahan pohon-pohon yang dipamerkan. “Bupati sangat mendukung penuh pameran ini. Karena itu, beliau langsung yang men-desain tata letak pohon, supaya penonton dan peserta pameran tidak berkerumun,” ujarnya.

Ketua PPBI Gianyar, I Gusti Bagus Adi Widhya Utama menambahkan, tata letak yang menerapkan protokol kesehatan tersebut tentu sangat diharapkan, mengingat antusiasme peserta relatif tinggi. Dimana jumlah peserta sekitar 700-800an pohon. “Antusiasme peserta sangat tinggi. perkiraan akan ada 700-800an pohon. Hari ini dan besok jadwal kami menerima pohon, tanggal 24, 25, 26 April penjurian sekaligus penancapan bendera. Setelah itu barulah pameran dibuka untuk umum sampai tanggal 2 Mei,” ujarnya.

Sebagai pameran berkelas nasional, para pesertanya bukan hanya pecinta bonsai dan mame di Bali. Namun master-master bonsai dan mame dari luar Bali pun hadir, dan beberapa dari mereka telah memajang pohonnya di sini. Mereka datang dari setiap daerah di Indonesia, mulai dari Tangerang, Bekasi, Japara, Malang dan sebagainya.

Dengan antusiasme yang tinggi ini, Gusti, yang karib disapa Bem ini meyakini, pameran ini juga akan berdampak pada kebangkitan ekonomi Bali dan nasional. Sebab transaksi skala besar terjadi pada pameran ini. Selain itu, objek wisata dan tempat menginap di Bali, khususnya Gianyar juga akan mendapatkan cipratan dari kedatangan peserta dari luar Bali.
“Kami berharap, dan kami meyakini, pameran ini akan berdampak signifikan terhadap perputaran dan pertumbuhan ekonomi di tengah krisis ini. Karena itu, mari kita sukseskan pameran ini,” tandasnya. (kominfo/ist)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *