Rangkaian Pekan Kartini, Dwijendra University Gelar FGD “Dilematika Emansipasi Perempuan Hindu Bali”

  • Whatsapp
Rangkaian Pekan Kartini, Dwijendra University Gelar FGD “Dilematika Emansipasi Perempuan Hindu Bali”

DENPASAR | patrolipost.com – Dalam rangka memperingati Hari Kartini, Dwijendra University menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Dilematika Emansipasi Perempuan Hindu Bali” sekaligus sebagai pembukaan kegiatan Pekan Kartini di Dwijendra University, Senin (19/4/2021).

FGD dibuka Wakil Ketua Yayasan Dwijendra Ida Bagus Bayu Brahmantya SH MH, dihadiri para Wakil Rektor  Dwijendra University, para Dekan di lingkungan Dwijendra University, serta peserta FGD para ibu dan perempuan di lingkungan Yayasan Dwijendra serta peserta FGD dari unit TK hingga Universitas.

Bacaan Lainnya

Acara FGD kali ini, menghadirkan pemantik diskusi Dekan Fakultas Hukum Dr AA Sagung Indra Dewi, SH MH  dan dimoderatori oleh AA Istri Krisna Yanti SH MH.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Yayasan Dwijendra, Ida Bagus Bayu Brahmantya memberikan apresiasi terhadap kegiatan FGD dengan tema “Dilematika Emansipasi Perempuan Hindu Bali” meski berada di tengah pandemi. Acara FGD ini merupakan salah satu rangkaian Pekan Kartini yang diselenggarakan Dwijendra University dalam rangka memperingati Hari Kartini.

Kegiatan ini digelar sebagai wadah untuk mendiskusikan, menelaah kembali nilai-nilai emansipasi perempuan yang diperjuangkan oleh RA Kartini dalam perspektif kehidupan perempuan Hindu Bali. Lebih lanjut, Ida Bagus Bayu Brahmantya mengatakan, perempuan memiliki kodrat dan hak-hak sebagai perempuan, terutama dimasa kini.

“Terutama dalam perjuangan-perjuangan hidupnya tidak dapat dibatasi sebagai ibu rumah tangga atau wanita karir. Perempuan juga dapat menentukan kehidupannya, bagaimana kehidupan bermasyarakat, bernegara, dan lingkungan sekitar yaitu sangat terpengaruh,” ujarnya.

Menurutnya, perempuan juga sosok yang penuh dengan cinta kasih, semangat, dan seorang perjuang yang membawa pengaruh yang sangat luar biasa. Tidak hanya itu, pengaruh-pengaruh perempuan luar biasa dan sangat kuat.

“Kita pasti tahu bagaimana peran pergerakan perempuan. Bagaimana pengaruh yang luar biasa dari perempuan-perempuan yang ada,  khususnya di Yayasan Dwijendra. Kini perempuan-perempuan dapat kesejahteraan dan kesetaraan, tentunya sudah menduduki posisi-posisi yang luar biasa. Posisi-posisi yang sangat berpengaruh dari organisasi Yayasan ini, kita punya perempuan. Kemudian dari unsur-unsur pimpinan dan jabatan yang ada di Yayasan Dwijendra sebagian terdiri dari perempuan, baik dosen maupun pegawai,” ungkapnya.

Kemudian, pihaknya menuturkan bahwa para perempuan tersebut telah memberikan kontribusi yang luar biasa disetiap perjalanan Yayasan Dwijendra.

“Saya berharap perempuan-perempuan yang ada, dapat meningkatkan kualitas diri supaya bisa menunjukkan eksistensinya,” jelasnya.

Ida Bagus Bayu Brahmantya juga mengucapkan terima kasih untuk semua perempuan-perempuan yang telah ikut berkontribusi selama ini di Yayasan Dwijendra.

Sementara sekretaris panitia kegiatan FGD, I Gusti Ayu Putu Istri Aryasuari, SS MHum menjelaskan bahwa kegiatan FGD “Dilematika Emansipasi Perempuan Hindu Bali” diikuti sebanyak 19 peserta yang terdiri dari perwakilan TK, SD, SMP, SMA/SMK dan universitas.

“Dari tingkat TK, SD, SMP, SMA dan SMK masing-masing perwakilan terdiri dari 2 orang. Kemudian perwakilan dari masing-masing tingkat fakultas, kita mengundangnya setiap fakultas diwakili satu peserta,” jelasnya.

Pihaknya berharap dengan digelarnya FGD ini dapat mengingatkan sebagai perempuan Bali tidak hanya mengurus dapur atau diharuskan menjadi ibu rumah tangga.

“Kita sebagai seorang perempuan  lebih menggalakkan lagi bahwa perempuan Bali itu tidak harus selalu ada di dapur melaksanakan kewajiban sebagai ibu rumah tangga saja tapi kita juga punya kesempatan untuk menjadi wanita karir ataupun menyetarakan posisi kita sama dengan laki-laki,” terangnya.

Selain itu, kegiatan lain yang diselenggarakan dalam rangkaian Pekan Kartini adalah kegiatan Foto Kontes Busana Endek Bali. Dimana dalam kegiatan ini, setiap peserta yang mengikuti kontes foto wajib menggunakan busana endek bali sebagai bentuk dukungan Dwijendra University terhadap SE Gubernur Bali No 4 Tahun 2021 tentang Kain Tenun Endek Bali/Kain Tenun Tradisional Bali serta menuliskan pendapatnya yang bertemakan emansipasi perempuan dalam memperingati hari Kartini pada foto yang dikirimkan. Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak Jumat (9/4/2021) lalu.

Sedangkan pemenang dari kontes endek ini akan diumumkan pada Rabu (21/4/2021) mendatang dengan diadakannya acara puncak yakni  digelarnya Webinar Nasional dengan keynote speaker Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati.

Dalam webinar tersebut, akan melibatkan 4  narasumber yang berasal dari perguruan tinggi di Indonesia serta narasumber yang berasal dari PT Pegadaian Persero. (cr02)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *