Gus Adhi: Rangsang Minat Generasi Muda Hadapi Covid-19 Hasilkan Pangan Sehat

  • Whatsapp

Bimbingan Teknis (Bimtek) cara pembuatan Mie Mocaf bagi anggota SOKSI.

 

Bacaan Lainnya

 

BADUNG | patrolipost.com – Rangsang minat generasi muda agar lebih kreatif menghadapi pandemi Covid-19,  Depidar SOKSI Provinsi Bali bekerjasama dengan BBPP Ketindan, menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bagaimana caranya pembuatan Mie Mocaf bagi anggota SOKSI di Kabupaten Badung, bertempat di Kerobokan, Badung, Sabtu (10/4/2021).

Ketua Depidar SOKSI Provinsi Bali Anak Agung Bagus Adhi Mahendraputra mengatakan pelatihan ini bertujuan agar para peserta yang merupakan generasi muda anggota SOKSI Z bisa memproduksi pangan sehat seperti mie yang berbahan dasar ketela pohon atau ubi kayu. Dari bimtek ini, juga diharapkan muncul unit-unit usaha ekonomi kerakyatan khususnya menghasilkan pangan yang tak hanya sehat bagi kesehatan dan bahan baku mudah didapat dan cara pembuatannya mudah, tetapi juga sehat secara ekonomi.

“Tak hanya diberi bagaimana cara buatnya tapi juga bagaimana cara pengemasannya, packaging-nya. Jadi pelatihan bagi SOKSI Z ini kita lakukan dari hulu sampai hilir,” sebut pria yang lebih populer dipanggil Gus Adhi saat memantau pelatihan ini didampingi Ketua BBPP Ketindan, Ir. Soemardi Noor.

Gus Adhi menerangkan, dalam pelatihan ini selain diberikan teori oleh instruktur Prof. Diana dari BBPP Ketindan, juga langsung dipraktekkan bagaimana cara mengolah ubi kayu menjadi mie yang sehat tanpa bahan pengawet.

“SOKSI telah memproduksi mie sagu dan produk pangan sehat ini sudah dilirik oleh pangsa pasar eropa. Jadi lewat bimtek pembuatan mie dari ubi kayu ini kita harapkan juga akan jadi produk yang bernilai ekonomi tinggi, prospeknya sangat bagus dan terbuka lebar,” terang Gus Adhi yang juga Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Bali.

Sementara itu, Kepala BBPP Ketindan Ir. Soemardi Noor mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan akan sumber-sumber hayati yang melimpah. Karena itu harus dikelola dan dikembangkan sebaik mungkin demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat, termasuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Kekayaan hayati itu bahkan ada di lingkungan sekitar yang gampang didapat dan juga mudah diolah. Seperti pisang mulai dari batangnya, daun, dan buahnya yang dapat diolah menjadi pangan seperti permen, selai, dan es krim. Selain itu, jelas Soemardi, kulit jeruk, ubi kayu, dan jagung. Bahkan daun jagung juga bisa diolah menjadi kertas.

“Jadi manfaatkanlah kekayaan hayati kita ini dengan baik demi ketahanan pangan juga ketahanan ekonomi kerakyatan kita, maju terus pantang mundur,” seru Soemardi.

Sehari sebelumnya Gus Adhi bersama Depidar SOKSI Provinsi Bali dan BBPP Ketindan, juga menggelar bimtek pengolahan pisang menjadi aneka pangan yang sehat bagi ibu-ibu Tim Penggerak PKK Kabupaten Jembrana. (wie)

 

 

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *