Marthen Mitar Dorong Balai Benih Ikan Nggorang Jadi Objek Wisata Baru

  • Whatsapp
Balai Benih Ikan Air Tawar di Nggorang, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat. (ist)

LABUAN BAJO | patrolipost.com – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Manggarai Barat, Martinus Mitar mendorong Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat melalui Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan memanfaatkan Balai Benih Ikan (BBI) Air Tawar milik Pemkab Mabar dikembangkan menjadi objek wisata baru.

Balai Benih yang terletak di Desa Nggorang, Kecamatan Komodo ini dinilainya memiliki potensi menjadi objek wisata pemancingan. Namun untuk mewujudkan ini, Marthen menyarankan agar Dinas Perikanan mampu meningkatkan kualitas sarana dan prasarana penunjang sehingga memiliki nuansa wisata yang layak sehingga mampu dijadikan salah satu slot pemasukan daerah.

Bacaan Lainnya

“Balai Benih Ikan Air Tawar Nggorang ini harus dikembangkan semaksimal mungkin. Dalam pengembangannya, balai benih ini bisa berpotensi menjadi objek wisata baru, misalnya saja tempat pemancingan. Dengan demikian sarana dan prasarananya yang masih kurang perlu ditingkatkan agar bisa mencapai target tambak benih ikan bernuansa wisata sehingga tambak ini akan menjadi objek penerimaan baru di daerah ini,” ujar Marthen saat mengunjungi Balai Benih tersebut, Senin (5/4/2021).

Lanjutnya, pemanfaatan Balai Benih sebagai salah satu sumber pendapatan daerah tentunya harus dilakukan melalui perencanaan yang matang dengan memperhatikan sarana pendukung yang memadai seperti tempat parkir, penyediaan tempat duduk bagi pengunjung, akses jalan masuk, lampu penerangan dan lain sebagainya.

“Setiap orang yang datang ke tempat ini pasti akan dikenakan kontribusi dan disini nanti kita berikan mereka kebebasan untuk memancing, tapi disamping itu juga memberikan ruang untuk sumber pendapatan daerah. Hanya saja memang tambak benih ini harus dikembang secara maksimal mungkin, misalnya penyediaan area parkir, fasilitas yang kurang pun harus segera diinventarisir dan dibuat perencanaan yang matang. Sehingga kelak balai benih ikan yang ada di Kabupaten Mabar bisa mengukir prestasi yang cukup gemilang dalam bidang perikanan,” tutur Marthen.

Penyediaan fasilitas yang memadai juga lanjut Marthen bisa memudahkan dilakukannya promosi publik sehingga keberadaan Balai Benih bukan hanya sebagai peruntukan pembenihan saja tetapi juga sebagai objek wisata baru. Hal ini tentunya harus bisa terpublikasi secara luas.

Dalam pengadaan fasilitas penunjang ini, Marthen berharap pemerintah daerah mampu mengalokasikan dana yang cukup untuk memaksimalkan pengadaan fasilitas yang dibutuhkan.

“Hemat saya ini harus dikembangkan dan Pemkab harus menyediakan fasilitas termasuk anggaran juga harus maksimal,” tukasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Mabar Yeremias Ontong mengamini apa yang disampaikan Marthen Mitar. Pihaknya mengakui pada tahun 2018 telah memiliki konsep menjadikan BBI menjadi objek wisata edukasi dan kolam pemancingan. Namun pandemi Covid-19 mengurungkan niat Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan untuk melanjutkan hal tersebut, meskipun pihaknya bersama Universitas Nusa Cendana Kupang telah melakukan kajian bersama.

“Tahun 2018 kami sudah buat kajian bersama teman – teman dari Undana untuk mengembangkan Balai Benih ini tidak hanya sebagai sumber benih, tetapi juga sebagai tempat wisata edukasi dan sebagai tempat kolam pemancingan. Dan tahun 2019 rencananya kami lakukan kajian lanjutan berupa DED hanya sayang muncul pandemi dan dananya harus dialihkan ke Covid.

Semoga di Tahun mendatang bisa kita design kembali DEDnya. Sehingga yang kita harapkan untuk sumber benih sebagai wisata edukasi dan pemancingan bisa tercapai. Kajian sudah ada dan pastinya bisa ada pemasukan bagi daerah,” jelas Yeremias.

Dibangun tahun 2016, saat ini BBI Ngorang memiliki 8 kolam besar yang digunakan untuk pembesaran induk ikan Nila, Mas dan Lele. Selain itu terdapat pula beberapa kolam kecil yang digunakan untuk pembenihan. Namun dalam pengembangannya, Yeremias mengakui masih menemui beberapa kendala, salah satunya ketersediaan sumber daya manusia serta kurangnya ketersediaan sumber pakan ikan.

Saat ini BBI Nggorang mengembangbiakkan 4.000 – an induk ikan Nila, seratusan lebih induk ikan Lele, dua ratus lebih induk ikan Mas. Selain Itu terdapat pula persediaan 19 ribu benih ikan nila dan 4 – 5 ribu benih ikan Mas.

“Ikan – ikan ini dikembangkan dalam 8 tambak dengan ukuran berbeda-beda. Untuk 2 tambak besar itu ukurannya masing masing 10×20 meter. Enam tambak dengan ukuran masing masing 10×15 meter dan 5 tambak pembenihan dengan ukuran masing – masing 4×5 meter,” jelas Kepala UPTD BBI Nggorang, Mathias Warat.

BBI Air Tawar Ngorang ini juga sering dijadikan tempat penelitian, baik oleh kalangan siswa sekolah menengah atas maupun mahasiswa dengan latarbelakang jurusan budidaya perikanan yang datang dari berbagai daerah. Diantaranya pada tahun 2018-2019 oleh siswa SMK Perikanan dari Kuwus serta mahasiswa Politani Kupang pada tahun 2019. (334)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *