Berkarya di Masa Pandemi, Svami Luncurkan Mini Album Hidup dan Wooden Book Gift Unik

  • Whatsapp
Svami band di Rompis Kitchen, Minggu (20/3/2021).

DENPASAR | patrolipost.com – Berawal dari keinginan berkarya di masa pandemi, Svami Band merilis mini album debutnya berjudul Hidup. Ada 4 lagu dan 1 instrumen yang dipersembahkan Svami dalam mini album perdananya.

“Tema mini album pertama ini kami ambil dari lagu Hidup, yang mampu mewakili keadaan dan situasi kita di masa pandemi Covid-19,” ujar Vokalis Svami, Ade Wiwikananda saat konferensi pers di Rompis Kitchen, Minggu (21/3/2021).

Bacaan Lainnya

Ade menuturkan bahwa melalui keterbatasan selama pandemi, Svami berhasil merampungkan mini album yang tertuang dalam 4 lagu diantaranya Hidup, Satus Tiban, Ulam Segara, Kenangan, dan satu instrumen Pawiwahan yang berkolaborasi dengan Gus Teja. Dalam mini albumnya, Svami menyampaikan pesan suka dan duka menghadapi pandemi.

“Pandemi ini mengajarkan kita arti hidup lebih dalam lagi. Menyadari takdir dan nasib menyertai karma kita sebagai manusia. Dengan harapan ini semua segera berakhir. Mari tetap tersenyum, bergandengan, berpelukan saling menghargai, ikhlas menjalani dan menerima segala cobaan dan anugerah Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ungkapnya.

Tidak hanya itu, Svami band yang terdiri dari 5 personel, yakni Ade Wiwikananda (Vokalis), Yudi Rama Saputra (Bass), Baskara Wibawa (Gitar), Gede Arik Yudasmara (Keyboard), dan Gusman Adi Yudiana (Drum) ini juga akan mengeluarkan wooden book gift yang berbentuk kotak kayu dengan desain seperti buku.

Menariknya, di dalam  wooden book gift berisikan beberapa gift seperti buku tentang mini album Svami, gelang panca warna, CD mini album Hidup, sticker, dan gantungan kunci dari lontar dengan packaging klasik sebagai merchandise.

“Di dalam buku juga kami berusaha mengangkat edukasi tentang aksara Bali dengan harapan melestarikan Bahasa dan Sastra Bali,” tuturnya.

Sementara itu, wooden book gift akan diluncurkan pada 1 April 2021 mendatang dengan sistem pre order.

Vokalis Svami, Ade Wiwikananda mengakui bahwa meskipun terbentuknya Svami terbilang cukup singkat yaitu pada 10 Oktober 2020 lalu, namun harapan dan impian Svami siap meramaikan balantika musik Bali, terutama dalam melestarikan musik Bali.

“Kita punya rencananya akan terus berkarya selama 5 tahun ke depannya. Jadi setiap tahun kita akan mengeluarkan mini album dan dalam tenggat waktu 5 tahun akan menjadi 25 karya,” terangnya.

Selain itu, Svami juga telah memplanningkan ingin mengangkat budaya Bali sehingga akan membawa lagu dan mini albumnya ke dalam bahasa Jepang.

“Kita generasi modern tapi tetap dengan lagu Bali diharapkan anak-anak muda untuk tetap berkarya. Nantinya kita ingin mengangkat Bali, selain bahasa Bali, lagunya juga akan diterjemahkan dalam bahasa Jepang,” tandasnya. (cr02)

Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *